ここにいるよ (First Chap)

ここにいるよ

Title: ここにいるよ / Koko ni iru yo / I’m here

Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhyun, other..

Genre: Romance, Hurt/Comfort

Rated: T

Length: Twoshoot

Pair: Baekyeol (Chanbaek)

Disclaimer: My fic, My plot. All cast belong to themselves, God and Exotics.

Warning: Yaoi, Boy x Boy, Slash, OOC, Typo(s)

.

.

.

Fic Started! Happy Read!^^ Don’t forget to RCL~

.

.

.

**Chanyeol POV**

Kutatap sekali lagi namja yang masih saja menopang dagunya di kayu penyangga di balkon. Mata onyxnya meredup seiring jatuhnya butiran bening dari sudut matanya. Ini sudah sering terjadi, namun hanya aku yang tahu. Ia selalu menyembunyikan rasa sakitnya dengan senyuman didepan semua member. Aku berjalan menghampirinya dengan perlahan dan menepuk pundaknya. Ia terlihat sedikit kaget namun sama sekali tidak menghapus air mata yang mengalir diwajah cantiknya itu.

“Baekhyun Hyung.” Lirihku.

“Waeyo, Chanyeol-ah?” ucapnya dengan suara parau.

“Uljima…” ucapku seiring bergeraknya tanganku untuk mengelus surai coklat tua miliknya.

Setelah beberapa detik dalam keheningan, ia berkata,

“Chanyeol-ah, kenapa rasa sakit ini tidak mau hilang?” ucapnya dengan nada bergetar. Ia menutup matanya seiring tangannya bergerak untuk menyentuh dada kirinya.

“Sabar Hyung. Hal seperti ini memang sulit untuk hilang.” Ucapku tanpa berhenti mengelus rambutnya.

“Tapi aku lelah, Chanyeol-ah. Aku lelah.” Ucapnya dan terdengar sedikit nada kesal diucapannya itu.

‘Aku lebih lelah melihatmu terus seperti ini Hyung!’ batinku sedih.

“Aku tahu Hyung. Tapi yang namanya hidup memang tidak selalu indah, mungkin dibalik semua ini Tuhan punya yang terbaik untuk kita semua.” Ucapku sebelum terjadi lagi keheningan diantara kami berdua. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk masuk kedalam karena udara dingin mulai menusuk kulit. Namun, baru selangkah aku berjalan, aku merasa sebuah tangan menggenggam tanganku dengan halus.

“Yeol-ah, jamkkanman.” Ucapnya membuat aku langsung menoleh kearahnya.

“Waeyo Hyung?” tanyaku disaat ia malah menarik tanganku untuk kembali ketempat semula.

“Lihatlah bintang diatas sana. Indah sekali bukan?” tanyanya membuatku langsung menatap langit. Benar, bintang-bintang disana sangat indah, bertaburan tak beraturan, namun membentuk suatu hamparan yang sangat menakjubkan.

“Ne. Ini sangat indah Hyung.” Ucapku seraya melirik kearah Baekhyun Hyung yang terlihat merapatkan jaket yang ia gunakan.

“Aish Hyung. Kau pasti kedinginan kan? Makanya jangan diluar lama-lama. Jadwal EXO K akhir-akhir ini sangat padat. Jangan sampai kau sakit Hyung.” Ucapku seraya menarik tangannya untuk membawa dirinya masuk kedalam kamar. Sesampainya dikamar, Baekhyun Hyung langsung merebahkan badannya di kasur miliknya diikuti diriku yang juga langsung merebahkan tubuhku di tempat tidurku. Kepalaku terasa sedikit pening karena schedule yang sangat banyak hari ini. Hhh, ini lah nasibnya jadi artis. Tapi aku senang, jika aku tidak menjadi artis mungkin aku tidak akan bisa bertemu dengan Baekhyun Hyung. Akupun tiduran menghadap kearahnya yang juga menghadap kearahku. Aku memasang senyum manis dan berkata,

“Jaljayo Hyung. Mimpi indah.” Ucapku sebelum memejamkan mata. Sayup-sayup aku mendengar ia berkata,

“Jaljayo Yeollie. Mimpi indah.” Ucapnya.

**Chanyeol POV End**

~ここにいるよ / Koko ni iru yo / I’m here~

Keesokan paginya….

Matahari terlihat muncul secara perlahan dari timur. Memancarkan sinar yang menghangatkan semua orang di pagi yang cukup dingin ini. Di salah satu dorm boyband yang berada dibawah naungan SM, seorang namja bersurai hitam tengah mengetuk-ngetuk kamar para member yang lain.

“Baekhyun Hyung! Chanyeol Hyung! Ppali Irreona! Hari ini kita ada jadwal.” Ucap namja itu.

“Dio Hyung, biarkan Suho Hyung yang membangunkan saja.” Ucap roomatenya yang bernama Kai.

“Yasudahlah.” Ucap Dio dengan nada menyerah. Dio pun berjalan meninggalkan kamar Baekyeol menuju dapur untuk memasak sarapan untuk para member.

Didalam kamar Baekyeol, terlihat seorang namja yang memiliki tinggi diatas rata-rata terbangun karena suara berisik yang berasal dari dapur. Dengan sekuat tenaga, ia pun membangunkan roomatenya, Baekhyun.

“Baekkie Hyung, Irreona! Hari ini kita ada jadwal Hyung!” ucap Chanyeol seraya menggoyang-goyangkan badan Baekhyun.

“Unggh…” gumam Baekhyun seraya menggeliat imut ditempat tidurnya membuat Chanyeol serasa ingin menyerang namja itu saat ini juga.

“Hyung… cepat bangun!” suruh Chanyeol sedangkan Baekhyun hanya mengerjap-ngerjapkan matanya membiasakan cahaya matahari yang masuk ke retinanya.

“Chanyeol, kau mandi duluan sana.” Ucap Baekhyun seraya memeluk gulingnya lagi. Chanyeol hanya menghela nafas melihat tingkah Hyungnya itu.

“Baiklah.” Ucap Chanyeol dengan nada menyerah. Chanyeol pun melangkahkan kaki panjangnya dengan malas ke kamar mandi setelah mengambil pakaiannya. Beberapa menit kemudian Chanyeol pun keluar dari kamar mandi dan terperangah dengan pemandangan yang dilihatnya sekarang. Sedetik kemudian terdengar suara melengking dari kamar Baekyeol membuat Dio yang lagi membawa sepanci sup hampir jatuh kalau saja badan mungilnya Dio gak ditahan sama Kai.

“BAEKHYUN HYUNG! KITA ADA JADWAL HARI INI! KENAPA HYUNG MASIH MALES-MALESAN? CEPET MANDI!” teriak Chanyeol membuat Baekhyun yang lagi enak-enaknya tidur sambil meluk guling terlonjak kaget dan alhasil jatuh dari tempat tidur. Baekhyun mengelus bokongnya yang pertama kali menyentuh lantai dengan mulusnya.

“Aissh.. Chanyeol-ah.. tak usah berteriak-teriak bisa kan?” ucap Baekhyun seraya mengambil jam wekernya untuk melihat sekarang jam berapa. Matanya langsung membulat seketika saat ia melihat jam wekernya.

“OMO! WAKTU MANDIKU TINGGAL 20 MENIT LAGI! TIDAK, AKU TIDAK BISA LULURAN INI KALAU BEGINI CARANYA!” teriak Baekhyun membuat Sehun yang lagi makan langsung tersedak namun langsung diberi minum oleh Suho yang duduk disebelahnya.

Baekhyun pun segera berlari kekamar mandi setelah mengambil bajunya dengan asal. Chanyeol hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah hyung kesayangannya itu. Chanyeol pun segera turun kebawah untuk gabung sarapan dengan keempat member EXO K. Dan disusul Baekhyun setelah 15 menit kemudian.

~ここにいるよ / Koko ni iru yo / I’m here~

Skip Time

Pada pukul 22.30 KST, member EXO K baru kembali dari acara music bank. Terlihat raut lelah dari wajah semua member. Bahkan Chanyeol, Baekhyun dan Sehun yang biasanya melucu di mobil malah terkapar bersama member yang lain. Sesampainya di dorm, semua member langsung masuk ke kamar masing-masing. Di kamar Baekyeol, terlihat Baekhyun langsung naik ketempat tidur tanpa mengganti pakaiannya dahulu. Chanyeol hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sebelum ia mengganti pakaiannya dengan piama di kamar mandi. Namun, disaat Chanyeol keluar dari kamar mandi, terlihat Baekhyun sudah mengganti pakaiannya dengan piama dan sudah tertidur dengan manisnya ditempat tidurnya sambil memeluk boneka pisang yang besarnya setengah badannya.

Chanyeol pun segera menaiki tempat tidurnya setelah menyelimuti Baekhyun, ia tiduran menghadap kearah Baekhyun dan berkata,

“Jaljayo Hyung.. Saranghaeyo Yeongwonhi.” Ucap Chanyeol sebelum memejamkan matanya. Terlihat seulas senyum manis terpatri di wajah stoicnya.

Baekhyun yang belum terlalu larut dalam tidurnya samar-samar mendengar ucapan Chanyeol. Matanya langsung terbuka saat mendengar Chanyeol berkata ‘Saranghae Yeongwonhi’.

‘Ah, mungkin saja itu hanya sekedar rasa sayang dari dongsaeng kepada hyungnya.’ Batin Baekhyun sebelum ia memejamkan matanya.

~ここにいるよ / Koko ni iru yo / I’m here~

Keesokan paginya, sinar matahari yang masuk melalui celah gorden yang tertutup membangunkan seorang namja bersurai ikal yang tertidur dengan lelapnya di tempat tidur miliknya. Disaat ia membuka mata, ia langsung menengok ke samping ke tempat tidur roomatenya dan menemukan tempat itu rapi tanpa penghuninya. Ia langsung keluar dari kamarnya dengan panik dan bertanya kepada Suho yang lagi lewat disitu.

“Hyung, Baekhyun Hyung mana?” tanya Chanyeol.

“Baekkie? Dia lagi jalan pagi sama Sehun.” Ucap Suho seraya berjalan menuju ruang tamu. Chanyeol segera masuk kedalam kamar mereka –Baekhyun dan Chanyeol- dengan tergesa-gesa, ia pun segera mengganti baju tidurnya dengan kaos hitam dengan lambang EXO dan celana training berwarna hitam bergaris putih. Ia pun segera keluar setelah pamit dengan Suho. Ia sedikit berlari kecil agar cepat sampai ketaman yang ada didekat dorm. Ia khawatir Baekhyun akan diapa-apakan oleh Sehun. Namun, sesampainya disana, ia melihat Baekhyun sedang asyik bercanda ria dengan sang maknae membuat hatinya lega walau ada rasa sakit di rongga hatinya. Ia pun berjalan kesalah satu bangku panjang di taman itu dan duduk di bangku itu. Ia menyeka keringat yang jatuh di pelipisnya dengan handuk kecil yang ia bawa. Ia termenung dalam kesendiriannya itu sampai tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya.

“Hey, Chanyeol-ah.” Ucap seorang yeoja membuat Chanyeol langsung nengok kebelakang dan menemukan Hyoyeon dengan senyuman khasnya.

“Eh, noona. Sedang apa disini?” ucap Chanyeol sambil memamerkan cengiran khasnya disaat Hyoyeon sudah duduk disampingnya.

“Lagi jalan pagi aja. Kamu?” tanya Hyoyeon sambil memandang sekeliling.

“Sama..” ucap Chanyeol sebelum terjadi keheningan diantara mereka berdua.

“Yeol-ah, itu bukannya Baekhyun?” ucap Hyoyeon seraya menyenggol-nyenggol lengan Chanyeol.

“Mana?” ucap Chanyeol seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling taman dan melihat Baekhyun seperti sedang dibisiki sesuatu oleh Sehun dengan jarak yang sangat dekat. Bahkan dari sini saja Chanyeol dapat melihat munculnya semburat merah diwajah Baekhyun.

“Yeol-ah, itu kenapa wajah Baekhyun… memerah seperti itu?” ucapan Hyoyeon sempat terhenti sebentar melihat perubahan raut wajah Chanyeol.

“Dia menyukai Sehun, Noona.” Ucap Chanyeol seraya menundukkan kepalanya. Sedangkan Hyoyeon terlihat kaget dengan apa yang didengarnya.

“Jinjja? Ta.. tapi bukankah..” ucap Hyoyeon.

“Sehun berpacaran dengan Luhan Hyung?” ucap Chanyeol memotong perkataan Hyoyeon. Sedangkan Hyoyeon hanya mengangguk.

“Ne, memang benar. Namun, Baekhyun Hyung tetap saja mencintai Sehun walaupun itu bertepuk sebelah tangan. Apalagi disaat Luhan Hyung dan Sehun terpisah negara, itu semakin memudahkan Baekhyun Hyung untuk pedekate dengan Sehun.” Ucap Chanyeol seraya menghela nafas panjang.

“Ooh. Yaudah yang sabar yah Chanyeol-ah.” Ucap Hyoyeon seraya menepuk-nepuk punggung namja yang lebih tinggi darinya itu.

“Ne, Noona. Aku emang harus selalu sabar menahan semua ini.” ucap Chanyeol dengan raut wajah sedih.

Tiba-tiba, seorang yeoja pun datang menghampiri mereka berdua.

“Hyo Eonnie, Taeyeon Eonnie sudah menyuruh kita kembali ke dorm. Oh, Annyeng Chanyeol-ah.” Ucap yeoja itu yang dikenal dengan nama Yuri.

“Annyeong Yuri Noona.” Ucap Chanyeol seraya memamerkan senyuman khasnya.

“Baiklah Yeol-ah, noona mau balik ke dorm. Semangat yah, Hwaiting!” ucap Hyoyeon seraya mengacak rambut Chanyeol.

“Ne, Noona.” Ucap Chanyeol sebelum kedua yeoja itu meninggalkannya sendiri. Disaat Chanyeol mengedarkan pandangannya ke segala arah, ia baru menyadari bahwa taman ini sudah mulai sepi, bahkan Baekhyun dan Sehun sudah pulang sejak tadi mungkin. Jadi, Chanyeol pun memutuskan untuk kembali ke dorm walaupun hari ini mereka sedang free.

~ここにいるよ / Koko ni iru yo / I’m here~

Malam harinya…

Kedua namja itu duduk di balkon kamar mereka. Yang satu adalah Baekhyun dan yang satu lagi adalah Chanyeol. Namun, terlihat perbedaan raut wajah yang kontras diantara dua namja itu. Baekhyun terlihat sangat senang, sedangkan Chanyeol terlihat sedih. Baekhyun yang menyadari perubahan wajah dari Happy Virus EXO-K itupun bertanya,

“Chanyeol-ah, kau sakit?” sambil meraba-raba kening namja yang lebih tinggi darinya itu.

“Anniyo Hyung. Gwaenchanayo.” Ucap Chanyeol seraya menepis tangan Baekhyun yang ada dikeningnya dengan lembut.

“Jeongmaleyo? Kenapa raut wajahmu sedih seperti itu?” tanya Baekhyun seraya duduk didepan Chanyeol.

“Aku… aku sedih memikirkan nasib perasaanku hyung.” Ucap Chanyeol seraya menundukkan kepalanya.

“Memangnya ada apa dengan perasaanmu? Ada yang janggal dihatimu? Ceritakan saja pada hyung.” Ucap Baekhyun seraya mengangkat dagu Chanyeol agar menatapnya.

“Hyung, orang yang kucintai ternyata menyukai orang lain hyung. Aku lelah hyung harus memasang topeng didepannya untuk menutupi kesedihanku. Aku lelah hyung, aku hanyalah manusia biasa yang bisa merasakan lelah, jatuh cinta, dan yang lainnya.” Ucap Chanyeol panjang lebar dan sesekali menghela nafas.

“Tapikan itu baru menyukai, masih mudah untuk move on. Kamu coba deketin aja orangnya pelan-pelan.” Nasihat Baekhyun.

“Tapi dia sepertinya sudah terlanjur cinta dengan orang itu walaupun orang itu sudah punya pacar.” Ucap Chanyeol dengan raut wajah sedih.

“Jinjjayo? Memang siapa sih orangnya?” tanya Baekhyun.

“Hhh… nanti aku akan memberitahumu hyung jika sudah saatnya.” Ucap Chanyeol seraya menidurkan kepalanya di paha Baekhyun.

“Yeol-ah…” lirih Baekhyun.

“Wae Hyung? Biarkan saja seperti ini dulu.. aku lelah.” Ucap Chanyeol seraya memejamkan matanya.

“Baiklah.” Pasrah Baekhyun seraya mengusap-usap surai ikal Chanyeol. Sampai akhirnya, terdengar dengkuran halus yang berasal dari Chanyeol.

“Aissh jinjja.. bagaimana aku mengangkatmu ini?” gerutu Baekhyun seraya mengangkat Chanyeol dengan susah payah. Setelah berhasil, ia pun membawa Chanyeol ke kamar mereka setelah mengunci pintu balkon.

~ここにいるよ / Koko ni iru yo / I’m here~

Beberapa minggu kemudian…

Hari ini, EXO M akan datang ke Korea setelah menjadi Guest Star di SS4 yang diadakan di Indonesia. Dan sekarang, terjadi beberapa keributan di dorm EXO K. Dio yang lagi masak Jjangmyeon untuk semua member EXO sambil nyanyi ‘MAMA’, Kai yang teriak-teriak gara-gara menang battle game di PS2 sama Suho, dan yang terakhir Sehun yang jingkrak-jingkrak karena orang yang ditunggu-tunggunya akan datang.

“Uwaa Hyung! Akhirnya aku bisa ketemu Luhan Hyung..” ucap Sehun seraya memeluk Chanyeol yang baru keluar dari kamarnya dengan erat.

“Eh lho kok?” ucap Chanyeol ngawur kemana-mana gara-gara baru bangun.

“EXO-M akan kesini setelah dari Indonesia Hyung.” Ucap Dio dari dapur.

“Jinjjayo? Ah.. ntar ada ttuijang Kris.. ada ttuijang Kris..” ucap Chanyeol yang sekarang balik meluk Sehun.

“Ya ya ya! Kenapa berisik sekali sih?” ucap Baekhyun yang tiba-tiba nongol kepalanya dari celah pintu yang dibukannya.

“Hyung, EXO M mau kesini setelah dari Indonesia.” Ucap Sehun dengan semangat ’45.

“Jinjjayo? Oh.. EH, BENERAN?” ucap Baekhyun tidak peduli namun sedetik kemudian ucapannya tergantikan oleh teriakannya.

“Aissh Hyung tak usah berteriak begitu.. iya beneran.. kalo gak percaya tanya Dio Hyung tuh.” Ucap Sehun seraya menunjuk kearah dapur. Tiba-tiba nongol seorang namja dengan celemek biru bergambar lumba-lumba dari dapur.

“Ada yang memanggilku?” ucap namja itu yang kita kenal sebagai Dio.

“Anniyo.” Ucap Baekhyun seraya masuk ke kamar dengan wajah lesu diikuti Chanyeol. Sedangkan Sehun dan Dio hanya saling berpandangan dan mengedikkan bahu masing-masing.

“Baekhyun Hyung, Gwaenchanayo?” ucap Chanyeol seraya mengikuti Baekhyun duduk di sofa yang ada dikamar mereka.

“Ne, Gwaenchanayo.” Ucap Baekhyun dan terdengar nada sedih dari ucapannya.

“Sabar Hyung, EXO-M tidak akan lama disini.” Ucap Chanyeol yang sebenarnya tidak tahu apa-apa, tapi untuk sekedar menyenangkan Baekhyun, yah dia terpaksa bilang gitu.

“Ne Chanyeol-ah.” Ucap Baekhyun seraya berjalan masuk ke kamar mandi dengan malas.

‘Hyung, tak bisakah kau melihatku sebagai seorang namja, bukan hanya sekedar roommate atau dongsaengmu saja. Tolong lihat aku layaknya kau melihat Sehun.’ Batin Chanyeol sebelum ia keluar dari kamar mereka.

~ここにいるよ / Koko ni iru yo / I’m here~

Sorenya…

Akhirnya member EXO-M sampai pada pukul 10.00 KST. Terlihat raut wajah kesenangan disaat Sehun dan Luhan bertemu kembali. Buktinya sampai sekarang mereka tidak mau berpisah barang sedetik pun, kecuali kalo ingin ketoilet. Baekhyun lebih memilih mengurung dirinya dikamar sambil membaca komik dan mendengarkan lagu daripada diluar menonton TV dengan member EXO. Tiba-tiba, kepala Luhan nongol dari balik pintu dan berkata,

“Baekkie-ah, ini sudah jam makan. Dio dan Chen sudah memasak Bulgogi, ayo kita makan.” Sambil memamerkan senyuman manisnya.

“Ne Hyung.” Ucap Baekhyun seraya berjalan keluar setelah mematikan iPodnya dan menaruh komiknya di rak buku. Diluar, Baekhyun langsung disuguhi pemandangan tidak enak oleh para member. Member yang couplean terlihat mesra sekali sedangkan member yang belum bercouple malah asik bercanda. Baekhyun pun duduk disamping Chanyeol karena itu satu-satunya kursi yang kosong.

“Baiklah, karena semua sudah berkumpul, mari kita mulai acara makannya. Selamat makan semua.” Ucap Kris yang diikuti semua member pada saat kalimat terakhirnya.

Mereka pun makan dalam diam untuk menjaga kesopanan, Baekhyun yang sudah selesai duluan pun segera membawa mangkuk bekas Bulgoginya ke dapur dan masuk lagi kekamar disusul Chanyeol yang juga sudah selesai makan. Didalam kamar, Baekhyun melakukan rutinitasnya yang seperti tadi lagi, sedangkan Chanyeol memilih untuk mandi terlebih dahulu. Setelah Chanyeol selesai mandi, Baekhyun pun akhirnya mandi juga karena badannya lengket karena keringat.

~ここにいるよ / Koko ni iru yo / I’m here~

Malam sudah semakin larut, namun kedua member EXO K ini sepertinya memiliki kebiasaan baru, berdiam diri di balkon saat malam hari. Mereka berdua terlihat sibuk pada fikiran masing-masing, terlihat dari tatapan mereka yang lurus pada sebuah objek padahal fikiran itu berbeda dengan objek yang mereka lihat. Baekhyun sepertinya memikirkan Sehun yang sedaritadi selalu bersama Luhan, dan dapat diyakininya sebentar lagi akan terdengar suara ‘itu’ yang membangkitkan nafsu para seme untuk melakukan ‘itu’ dengan ukenya. Sedangkan Chanyeol memikirkan bagaimana caranya ia bisa menembak Baekhyun saat ini juga. Akhirnya setelah memantapkan hati untuk menerima penolakkan, Chanyeol pun menyatakannya.

“Hyung, kau tahu aku bukanlah orang yang pandai merangkai kata-kata. Jadi, aku menyukaimu sejak kita menjadi trainee, maukah kau menjadi namjachinguku?” ucap Chanyeol seraya menggenggam kedua tangan Baekhyun. Mata Baekhyun membulat sempurna saat mendengar ucapan Chanyeol. Namun, disaat hatinya sedang galau seperti ini, ia tidak dapat berfikir, jadi ia memutuskan untuk menerima Chanyeol.

“Ne. Aku mau.” Lirih Baekhyun seraya menundukkan kepalanya.

“Jeongmal? Ah.. Saranghaeyo Hyung.” Ucap Chanyeol seraya memeluk tubuh mungil Baekhyun dengan erat.

“Nado. Nado saranghae.” Lirih Baekhyun. Tapi hatinya berkata lain, hatinya berkata….

TBC~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s