Our Evening Story

Our Evening Story

 

Cast: Kim Jongin(Kai), Do Kyungsoo(Dio), other.

Genre: Romance, Fluffy

Rated: T

Pair: Kaido or Kaisoo

Length: Ficlet

Disclaimer: Kai punya Dio, Dio punya Kai. Kaido/Kaisoo punya EXOTICS. Fanfic dan plotnya punya author.

Warning: Yaoi, Boy x Boy, Slash, OOC, Typo(s)

.

.

.

Fic Started! Happy Read!^^ and RnR~

.

.

.

Di sore yang cukup cerah ini, jalanan mulai terasa sedikit lengang, anak-anak bermain di salah satu taman dekat rumah mereka, dan yang lainnya.

Di kamar Kaido, terlihat salah satu namja bersurai hitam dengan mata belo dan pipi chubbynya sedang membaca komik sambil mendengarkan lagu, dan namja yang satu lagi dengan surai hitam dan wajah cool sedang asyik bermain Army Men RTS di komputernya.

Tiba-tiba, namja yang sedang bermain game itu yang bernama Kai menengok kebelakang dan memanggil namja yang sedang membaca komik itu yang bernama Dio.

“Hyung!” panggil Kai membuat Dio mengalihkan pandangannya dari komik yang ia baca ke Kai dan melepas earphone yang menempel dikedua telinganya.

“Wae chagi?” tanya Dio membuat Kai segera bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Dio.

“Mau melihat matahari terbenam gak?” tawar Kai membuat Dio menatapnya dengan mata berbinar-binar.

“Mau!” ucap Dio dengan sifat childishnya yang keluar tiba-tiba. Kai hanya tersenyum lalu mengelus surai hitam milik Dio.

“Baiklah, ayo kita keatap.” Ucap Kai seraya menarik tangan Dio. Setelah mendapat izin dari Suho Hyung, akhirnya mereka pun naik ke atap. Sesampainya di atap, matahari memang belum mulai turun karena masih jam 17:15. Mereka duduk dikursi panjang yang ada disitu. Dio terlihat menyenderkan kepalanya di pundak Kai dan satu tangan Kai terlihat memeluk pinggang ramping milik Dio.

“Kai-ie.” Panggil Dio dengan suara lembutnya.

“Wae chagi?” tanya Kai seraya mengelus surai hitam Dio dengan tangannya yang tadinya berada di pinggang Dio.

“Kenapa kau dulu memilihku menjadi roomatemu?” tanya Dio membuat Kai mengangkat sebelah alisnya namun sedetik kemudian senyuman terpatri diwajah coolnya.

“Eumm, agar aku bisa terus memperhatikan wajah tidurmu yang menggemaskan itu.” ucap Kai seraya mencubit pipi chubby milik Dio.

“Umm.. begitu yah.” Ucap Dio sebelum terjadi keheningan diantara mereka.

“Chagi, kau harus ingat, walaupun ajal menjemputku sekarang juga, cintaku terhadapmu tidak akan pernah hilang. Dan juga, sekalipun ada orang yang tidak merestui kita, aku tak akan melepaskanmu walau aku harus mati.” Ucap Kai lembut membuat mata Dio berkaca-kaca. Dan akhirnya bulir-bulir air mata pun turun dari kedua sudut mata Dio. Bukan air mata kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan. Belum pernah ia mendapatkan kekasih yang sangat setia seperti ini. Bulir-bulir air mata Dio pun jatuh mengenai celana jeans Kai membuat sang empunya tersentak kaget. Ia menengok kesamping dan melihat namjachingunya sudah bercucuran air mata.

“Loh hyung, kenapa nangis? Aku salah ngomong yah? Mianhae..” tutur Kai membuat Dio mengangkat kepalanya dari pundak Kai dan mengecup bibir Kai sekilas membuat muka Kai sedikit memerah.

“Anniyo. Aku hanya bahagia, punya kekasih setia sepertimu.” Ucap Dio seraya mencubit pipi Kai.

“Oh.. aku kira kenapa.” Ucap Kai seraya mendekatkan wajahnya kewajah Dio membuat Dio refleks menutup matanya. Kai mengecup kedua kelopak mata Dio cukup lama membuat air mata yang mengalir dari mata Dio berhenti mengalir. Kai menghapus air mata yang berada di kedua pipi chubby Dio dan mengecup kening Dio sekilas. Dio membuka matanya perlahan dan melihat Kai sedang tersenyum manis kearahnya.

“Sudah ya, jangan menangis lagi. Hyung, lihatlah, mataharinya sudah mulai terbenam.” Ucap Kai membuat Dio langsung membenarkan posisi duduknya yang tadinya menghadap Kai sekarang menjadi menghadap kearah depan.

Matahari terlihat mulai turun di barat secara perlahan. Dio menyenderkan kepalanya di pundak Kai dan satu tangan Kai mengelus surai hitam milik Dio. Sampai akhirnya matahari pun terbenam, terdengar dengkuran halus yang berasal dari Dio. Kai segera menengok kesamping dan melihat Hyung yang notabene-nya adalah namjachingunya itu tertidur dengan pulasnya. Kai terkikik pelan dan mengelus pipi chubby Dio dengan satu tangannya.

“Hmm… Kau pasti sangat lelah yah Hyung? Kkk~ baiklah kita kembali saja ke dorm, terimakasih sudah mau menemaniku melihat matahari terbenam. Saranghae.” Ucap Kai sebelum menghapus jarak diantara mereka. Selang beberapa menit, akhirnya Kai melepaskan ciumannya dan mengangkat Dio dengan perlahan ke dalam gendongannya. Kai menggendong Dio ala bridal style dan membawanya turun kembali ke dorm mereka.

Sesampainya di dorm, Kai segera membawa Dio masuk kekamar mereka, dan menidurkannya di tempat tidur milik Dio. Ia tersenyum hangat dan mengelus surai hitam milik Dio sekali lagi dan megecup kening Dio sekilas.

“Jaljayo Hyung.” Ucap Kai sebelum keluar dari kamar mereka.

 

END~

 

2 thoughts on “Our Evening Story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s