Our Love is Better Than Anything 2

Our Love is Better Than Anything Chapter 2

Sub-Title: Accident

Cast: Do Kyungsoo a.k.a. Dio, Kim Jongin a.k.a. Kai, Jung Haera(OC), Other.

Genre: Romance, Hurt/Comfort, Friendship

Rated: T

Pair: Kaido or Kaira?

Disclaimer: All cast belong to themselves, God and EXOTICS except Jung Haera because her is OC, this fic is mine.

Warning: Yaoi, BL, Slash, Slight Straight, OOC, No Plagiator, No Bash Character, No Siders.

A/N: uwaa mianhae! *nunduk bareng member EXO* author lagi ngadet-ngadetnya nih idenya jadi gak sempet terus mau bikin.. dan jadinya begini deh u,u yaudah, author minta reviewnya aja yah๐Ÿ˜€

.

.

.

The Fanfic is Started! Happy Read!^^

.

.

.

Chap 1:

Kami dari pihak rumah sakit ingin memberitahukan bahwa supir van, dan 2 anggota EXO K mengalami kecelakaan.”

PRAKK

Telfon yang sedaritadi Suho genggam pun terjatuh seiring Suho yang jatuh terduduk dilantai.

Hyung, gwaenchanayo?” teriak ketiga member EXO K.

K-kaiโ€ฆ.. D-dioโ€ฆ” ucap Suho terbata-bata seiring jatuhnya butiran bening dari kedua sudut matanya.

Chap 2 Started!

Suho dan ketiga member EXO K terlihat berlari-lari dilorong rumah sakit. Satu tempat yang mereka cari, ICU. Sesampainya disana, mereka melihat Sooman Sajangnim sedang duduk disalah satu kursi. Ia terlihat sedang menutup mukanya dengan kedua tangannya dan sesekali melirik pintu ICU. Suho pun segera menghampirinya.

“Sooman Sajangnim, bagaimana keadaan Kai dan Dio?” tanya Suho dengan nada sedih. Bercak air mata masih terlihat dikedua pipinya.

“Aku juga belum tahu Suho-ah. Kita tunggu uisanim keluar saja.” Ucap Sooman Sajangnum membuat keempat member EXO semakin tegang. Mereka pun akhirnya duduk di kursi yang tersedia. Baekhyun terlihat menangis di pelukan Chanyeol, Chanyeol dan Sehun terlihat menangis dalam diam, air mata mereka menetes namun tak terdengar isakan sama sekali dari mulut mereka, sedangkan Suho yang menjabat sebagai leader terlihat berusaha tegar didepan para member, karena jika ia juga menangis, ia seperti tidak berguna sebagai leader.

Selang beberapa menit, akhirnya Jung uisanim pun keluar dengan wajah lesu. Kelima orang itupun segera bangkit dan menghampiri Jung uisanim.

“Uisanim, bagaimana keadaan mereka?” ucap Sooman Ahjussi mewakili keempat member EXO.

“Supir mereka sudah sadar, sedangkan Kai dan Dio belum sadar. Jika mereka tidak sadar dalam waktu 3 hari, mereka akan koma.” Ucap Jung uisanim membuat semua yang disitu semakin tegang.

“Mereka akan dipindahkan keruang perawatan sebentar lagi, jadi kalian boleh menjenguk mereka.” Ucap Jung uisanim sebelum meninggalkan mereka semua.

Keempat member EXO dan Sooman Sajangnim pun kembali duduk dikursi. Ketegangan kembali tercipta di tempat itu. Sampai akhirnya datanglah Jung Uisanim yang mengabarkan bahwa Kai dan Dio sudah dipindahkan ke keruang perawatan. Keempat member EXO pun berlarian di lorong rumah sakit. Akhirnya mereka memutuskan, Sehun dan Chanyeol menjenguk Kai sedangkan Suho dan Baekhyun menjenguk Dio. Nanti mereka akan bergantian kembali. Sedangkan Sooman Sajangnim sedang mengurus biaya adminstrasi.

Kai’s Room

Sehun dan Chanyeol masuk keruangan Kai dan melihat Kai terbaring lemah dengan berbagai alat menempel ditubuhnya dan kepalanya yang diperban. Mukanya yang biasanya bersinar kini pucat, bibirnya yang merah juga kini pucat, mata hitamnya yang biasa bersinar kini tertutup. Sehun hampir saja terjatuh melihat keadaan Kai kalau tidak ditahan oleh Chanyeol. Mereka berjalan mendekati Kai dan duduk di kursi yang sudah disediakan. Chanyeol dan Sehun menatap miris saudara mereka itu. Tangan Chanyeol bergerak kearah kepala Kai dan mengelus surai hitam miliknya.

“Kai babo! Cepat sadar, kau jangan koma! Arraseo?” ucap Chanyeol memecah keheningan.

“Hyung, cepatlah sadar, jangan buat para member khawatir seperti ini.” tutur Sehun walaupun tidak dijawab sama sekali oleh Kai.

Dio’s Room

Disaat Suho dan Baekhyun masuk keruangan Dio, keadaan Dio persis seperti keadaan Kai. Suho dan Baekhyun hanya menatap Dio dengan miris. Mereka menghampirinya dan duduk dikursi yang sudah disediakan.

“Umma, umma cepat bangun. Jangan sampai koma yah. Jangan buat Kai dan kami khawatir.” Ucap Baekhyun layaknya seorang anak kecil yang menunggui ibunya sadar.

“Dio, kami tahu kamu pasti kuat. Berjuang yah.” Ucap Suho seiring jatuhnya bulir-bulir air mata yang sedari tadi ia tahan.

2 minggu kemudianโ€ฆ

Kai dan Dio sama sekali belum sadar sehingga sekarang mereka dalam keadaan koma. Sama sekali belum ada perkembangan dari diri mereka berdua. Sooman Sajangnim akhirnya memutuskan untuk menghiatuskan EXO K dari dunia musik sampai Kai dan Dio sudah sehat kembali seperti sedia kala.

Hari ini seperti biasa, Suho dan Baekhyun berjaga dikamar Dio, sedangkan Sehun dan Chanyeol berjaga dikamar Kai. Sebenarnya, mereka belum member tahu masalah ini kepada member EXO M karena takut mengganggu schedule mereka yang juga sama banyaknya dengan EXO K.

Dio’s Room

Suho dan Baekhyun masuk kekamar Dio dengan membawa sebuket bunga untuk diletakkan dimeja kecil yang ada disamping tempat tidur Dio. Suho memilih duduk disofa sedangkan Baekhyun duduk dikursi yang berada disamping tempat tidur Dio. Tiba-tiba, suara serak Dio memecah keheningan.

“Kai.. Kai mau kemana? Kai jangan tinggalin aku. Kai!” igau Dio membuat Baekhyun terlonjak kaget dan segera mengelus surai hitam dongsaengnya itu dengan penuh sayang berusaha menenangkan Dio. Akhirnya Dio pun kembali tenang. Setetes air mata mengalir melewati pipi Baekhyun. Baekhyun semakin tidak tega melihat keadaan dongsaengnya seperti ini. Ini sungguh menyakitkan.

1 Bulan kemudianโ€ฆ

Setelah 1 bulan berlalu, akhirnya Dio tersadar dari komanya membuat keempat member EXO K sedikit lega. Sekarang, member EXO M juga sesekali menjenguk Kai ataupun Dio jika jadwal mereka sedang kosong dalam waktu lama. Perlahan-lahan, kesehatan Dio pun mulai membaik membuatnya diperbolehkan untuk menjenguk kekasihnya, Kai.

Dio menggerakkan kursi rodanya secara perlahan kesamping tempat tidur Kai. Dio tersenyum miris melihat keadaan kekasihnya itu. Walaupun alat-alat yang menempel ditubuh kekasihnya sudah dilepas, tetapi kepala Kai masih diperban. Tangan Dio bergerak menyusuri lekuk wajah Kai dan tersenyum manis. Saking rindunya dengan wajah tersebut, Dio pun mencium pipi Kai sekilas.

“Annyeong, chagi. Kapan kau mau bangun? Para EXOTICS sudah menunggu kita diluar sana. Cepatlah sadar.” Ucap Dio seraya mengelus surai hitam milik Kai. Setelah itu, kedua tangannya bergerak menggenggam telapak tangan kanan Kai seakan memberi kekuatan agar Kai bisa cepat sadar.

Sudah hampir 2 bulan Kai belum sadar juga. Namun Dio tetap sabar menjaga kekasihnya itu. Menunggunya sampai ia sadar bahkan terkadang ia suka melupakkan kesehatannya sendiri. Biasanya, Dio suka menyanyikan beberapa lagu untuk Kai walaupun Dio tidak tahu itu akan membantu menyadarkan Kai atau tidak. Ia juga sesekali mengajak ngobrol Kai walaupun Kai tidak menjawabnya. Dan sekarang, Dio sedang menyanyikan lagu Angel untuk Kai.

“dan hanbeonman ni yeopeseo bareul majchwo georeo bogo pa hanbeon, ttak hanbeon man yo~” nyanyi Dio dengan suara merdunya.

“neoye sesangeuro, (Yeah) yeorin barameul tago, (Yeah) ni gyeoteuro, eodi eseo wat nyago hae malkge mudneun nege, bimi rira malhaesseo manyang idaero, hamkke georeu myeon eodideun cheonguk il teni~” lanjut Dio seraya tersenyum manis.

“neol sarang hage, dwae beorin nan, ije deo isang dora gal goshi eobseo yo nal gaereul geo dwo ga shyeot jyo (Oh no)~”

“neoye sesangeuro, yeorin barameul tago~ (Yeah) ni gyeoteuro, eodi eseo wat nyago, From you~ hae malkge mudneun nege, Oh, bimirira malhaesseo~ (Oh) manyang idaero, hamkke georeumyeon eodideun cheonguk il teni~” nanyi Dio mengakhiri nyanyiannya.

“Kai, bagaiamana dengan suaraku? Sepertinya bertambah jelek saja, ah aku kurang latihan sih.” Keluh Dio seraya menggaruk tengkuknya.

“Kai kapan bangun? Aku kangen main denganmu lagi. Haha, jujur, aku rindu dengan sentuhanmu Kai. Aku rindu dengan sifat manjamu. Aku rindu dengan dirimu yang suka sekali menyuruhku menemani begadang hanya untuk bermain game. Aku rindu dengan pujianmu setiap aku memasak. Aku rindu dengan pelukan hangatmu. Aku rindu dengan kebiasaan kita yang hampir setiap malam itu. Haha..” ucap Dio dengan wajah memerah disaat mengucapkan kalimat terakhir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Cepat sadar yah chagi, aku kembali kekamar dulu.” Ucap Dio seraya menggerakkan kursi rodanya keluar kamar Kai.

Keesokkan harinyaโ€ฆ

Dio masuk kekamar rawat Kai dengan senyuman yang terus terpatri diwajah imutnya. Masih seperti biasa, ruangan itu hening. Dio pun menjalankan kursi rodanya kesamping tempat tidur Kai, Dio mengelus surai hitam milik Kai dan mengecup kening Kai dengan susah payah.

“Chagi, cepatlah bangun. Ayo kita bermain seperti dulu lagi.” Ucap Dio seakan menyemangati Kai untuk sadar.

“Chagi, aku jadi teringat, masa-masa kita masih menjadi trainee waktu itu. Pertemuan kita yang secara tidak sengaja malah menjadikan kita menjadi sepasang kekasih. Haha..” ucap dan tawa Dio.

*Flashback*

_Dio POV_

Aku berlari-lari di lorong gedung SM Entertainment karena aku hampir telat latihan menyanyi. Entah karena aku tidak memperhatikan jalan atau apa, aku tidak sengaja menabrak seseorang yang sepertinya juga berlari dari arah yang berlawanan dariku.

“Ah mianhae. Jeongmal mianhae.” Ucapku seraya berdiri dan membungkukkan badanku.

“Ne, gwaenchana.” Ucapnya seraya berdiri juga dan menatapku dengan mata coklatnya. Astaga, namja ini tampan sekali. Mata coklat yang sedikit sipit, kulitnya yang sawo matang, dan bibir merah pucat miliknya.

“Heloo?” ucapnya membuatku tersadar dari lamunanku.

“Ah ne.” ucapku malu-malu takut ketahuan sedang memperhatikannya tadi.

“Siapa namamu? Aku Kim Jongin. Orang-orang biasa memanggilku Kai.” ucap Kai seraya menjulurkan tangannya kedepanku. Aku pun menjabat tangannya dan berkata,

“Aku Do Kyungsoo. Biasa dipanggil Dio. Bangapta.” Ucapku seraya memamerkan senyumanku.

“Nado. Oh ya, aku sedang terburu-buru. Maaf perkenalan kita sampai sini saja.” Ucapnya seraya berlari kearah ruang dance sepertinya.

“Ne, gwaenchana.” Teriakku seraya berlari kearah ruang vocal. Ah, jantungku berdetak sangat cepat tadi, apakah aku menyukainya?

_Dio POV End_

*Flashback End*

“Kau ingat Kai, dulu kau punya seorang yeojachingu bernama Haera, tapi kau memutuskannya karena diriku. Aku sempat merasa tidak enak saat itu, apalagi yeojachingumu itu sering sekali menstalk-ku, tapi kamu selalu melindungiku sehingga akhirnya ia tidak lagi menstalkku. Gomawo Chagi.” Ucap Dio seraya menggenggam tangan kanan Kai.

“Neomu neomu joahae chagiya. Saranghae, yeongwonhi.” Ucap Dio seraya mengecup telapak tangan Kai. Tiba-tiba, tangan kanan Kai bergerak sedikit membuat Dio segera melepaskan genggamannya. Kai membuka matanya perlahan dan menemukan Dio yang sedang tersenyum padanya.

“Ah, akhirnya kau sadar Kai.” ucap Dio seraya memeluk Kai erat. Disaat ia tidak merasakan balasan, Dio pun melepaskan pelukannya dan menatap Kai yang menatapnya bingung.

“Nuguseyo?” ucap Kai membuat Dio merasa ada yang menohok hatinya.

“Aku Dio, Kai.” lirih Dio.

“Dio? Lalu siapa aku?” tanya Kai seraya menunjuk dirinya sendiri.

TBC~

Hahahaโ€ฆ *ketawa setan* nahlo, Kai amnesia jangan2 tuhโ€ฆ hayo, gimana? Abal kan ffnya.. u,u yaudah, last aku minta review aja yah..๐Ÿ˜€

Nah, author mau ngasih lirik Angel dulu yoa.. ^^

EXO-K โ€“ Angel (Into Your World) (๋„ˆ์˜ ์„ธ์ƒ์œผ๋กœ)

๋งˆ์น˜ ์•„๋ฌด๊ฒƒ๋„ ๋ชจ๋ฅด๋Š” ์•„์ด๋กœ ๊ทธ๋ ‡๊ฒŒ ๋‹ค์‹œ ํƒœ์–ด๋‚œ ์ˆœ๊ฐ„ ๊ฐ™์ด

machi, amu geot do moreu neun airo geureohke dashi, tae eo nan sungan gati

This moment feels like I was born as a child who knew nothing

Saat ini terasa seperti seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa

์ž ์‹œ ๊ฟˆ์ผ๊นŒ ๊ฐ์•˜๋‹ค ๋–  ๋ณด๋‹ˆ

jamshi, kkumil kkabwa hanbeon deo nun gamat da tteo boni

I closed my eyes again in case it would be a dream

Aku menutup mataku lagi dan berharap ini hanya mimpi

์—ญ์‹œ ๋„ˆ๋ฌด ๊ฐ„์ ˆํ–ˆ๋˜ ๋„ค ์•ž์— ๊ธฐ๋„ํ•˜๋“ฏ ์„œ ์žˆ์–ด

yeokshi, neomu ganjeol haetdeon ni ape, gido hadeut seo isseo

You were standing in front of my desperate self and praying

Kau berdiri didepan keputusasaan diriku dan berdoa

๋‹จ ํ•œ ๋ฒˆ๋งŒ ๋„ค ์˜†์—์„œ ๋ฐœ์„ ๋งž์ถฐ ๊ฑธ์–ด ๋ณด๊ณ ํŒŒ ํ•œ ๋ฒˆ, ๋”ฑ ํ•œ ๋ฒˆ๋งŒ์š”

dan hanbeonman ni yeopeseo bareul majchwo georeo bogo pa hanbeon, ttak hanbeon man yo

Just once, I want to walk side by side with you

Sekali saja, aku ingin berjalan berdampingan bersamamu, berdampingan denganmu

๋„ˆ์˜ ์„ธ์ƒ์œผ๋กœ ์—ฌ๋ฆฐ ๋ฐ”๋žŒ์„ ํƒ€๊ณ 

neoye sesangeuro, (Yeah) yeorin barameul tago, (Yeah)

Taken by the soft wind to your world

Angin lembut membawaku ke duniamu

๋„ค ๊ณ์œผ๋กœ ์–ด๋””์—์„œ ์™”๋ƒ๊ณ 

ni gyeoteuro, eodi eseo wat nyago

You asked me brightly where I came from to your side

Aku muncul tepat disampingmu, membuatmu bertanya darimana aku berasal

ํ•ด๋ง‘๊ฒŒ ๋ฌป๋Š” ๋„ค๊ฒŒ ๋น„๋ฐ€์ด๋ผ ๋งํ–ˆ์–ด

hae malkge mudneun nege, bimi rira malhaesseo

And I told you that It was a secret

Dan aku mengatakan padamu kalau ini rahasia

๋งˆ๋ƒฅ ์ด๋Œ€๋กœ ํ•จ๊ป˜ ๊ฑธ์œผ๋ฉด

manyang idaero, hamkke georeu myeon

Wherever we walk together

Kemanapun kita berjalan bersama

์–ด๋””๋“  ์ฒœ๊ตญ์ผํ…Œ๋‹ˆ

eodideun cheonguk il teni

Will be paradise

Akan terasa seperti surga

๋ฏธ์นด์—˜ ๋ณด๋‹ค ๋„Œ ๋‚˜์—๊ฒŒ ๋ˆˆ๋ถ€์‹  ์กด์žฌ

mikael, boda neon na ege nun bushin jonjae

You are an eye-blinding entity compared to Michael

Kamu lebih mempesona dibandingkan dengan malaikat

๊ฐํžˆ ๋ˆ„๊ฐ€ ๋„ˆ๋ฅผ ๊ฑฐ์—ญํ•ด ๋‚ด๊ฐ€ ์šฉ์„œ๋ฅผ ์•ˆ ํ•ด

gamhi, nuga neoreul geoyeok hae, naega yongseo reul anhae

Who would remember you, I will not forgive it

Siapa yang mengingatmu, maka tidak akan bisa melupakannya

์—๋ด ๊ทธ ๊ณณ์— ๋ฐœ์„ ๋“ค์ธ ํƒœ์ดˆ์˜ ๊ทธ ์ฒ˜๋Ÿผ ๋งค์ผ

e ten, geu gose bareul deurin taecho ye geu cheoreom, maeil,

Like the beginning when stepping into Eden

Sama seperti orang yang pertama menginjak taman surga

๋„ˆ ํ•˜๋‚˜๋งŒ ํ–ฅํ•˜๋ฉฐ ๋งˆ์Œ์œผ๋กœ ๋ฏฟ์œผ๋ฉฐ

neo hanaman hyang hamyeo, maeumeuro mideumyeo

Believing you every day from the bottom of my heart

Mempercayaimu setiap hari dari lubuk hatiku

์•„์ฃผ ์ž‘์€ ๊ฒƒ์ด๋ผ๋„ ๋„ ํž˜๋“ค๊ฒŒ ํ•˜์ง€ ๋ชปํ•˜๊ฒŒ

aju jageun geoshi rado neol himdeulge haji mot hage

I always want to protect you

Aku ingin selalu menjagamu, bahkan untuk hal-hal sepele

ํ•ญ์ƒ ์ง€ํ‚ค๊ณ  ์‹ถ์–ด I’m eternally love

hangsang, jikigo shipeo I’m eternally love

So that even the small things won’t tire you out, I’m eternally in love

Sehingga kau tidak merasa menderita, aku selalu mencintaimu

๋„ˆ์˜ ์ˆ˜ํ˜ธ์ž๋กœ ์ € ๊ฑฐ์„ผ ๋ฐ”๋žŒ์„ ๋ง‰๊ณ 

neoye suho jaro, jeo geosen barameul makgo

As your guardian, I will block the stiff wind

Sebagai pelindungmu aku ingin menghalangi angin kencang

๋„ค ํŽธ์œผ๋กœ ๋ชจ๋‘ ๋‹ค ๋“ฑ์„ ๋Œ๋ ค๋„

ni pyeoneuro, moduda deungeul dollyeo do

Even though people turn their backs to you

Bahkan saat orang-orang tidak memperdulikanmu

ํž˜์— ๊ฒจ์šด ์–ด๋Š ๋‚  ๋„ค ๋ˆˆ๋ฌผ์„ ๋‹ฆ์•„ ์ค„

hime gyeo un eoneu nal, ni nunmureul dakka jul

If I could become the person who can wipe your tears

Jika aku bisa menjadi orang yang bisa menghapus air matamu

๊ทธ๋Ÿฐ ํ•œ ์‚ฌ๋žŒ ๋  ์ˆ˜ ์žˆ๋‹ค๋ฉด

geureon han saram, dwelsu it damyeon

on a tiring day

Di saat hari-hari yang melelahkan

์–ด๋””๋“  ์ฒœ๊ตญ์ผํ…Œ๋‹ˆ

eodideun cheonguk il teni

It will be paradise

Itu akan seperti surga

๋„ ์‚ฌ๋ž‘ํ•˜๊ฒŒ ๋ผ๋ฒ„๋ฆฐ ๋‚œ ์ด์ œ ๋” ์ด์ƒ ๋Œ์•„๊ฐˆ ๊ณณ์ด ์—†์–ด์š” ๋‚ ๊ฐœ๋ฅผ ๊ฑฐ๋‘ฌ๊ฐ€์…จ์ฃ  (oh no)

neol sarang hage, dwae beorin nan, ije deo isang dora gal goshi eobseo yo nal gaereul geo dwo ga shyeot jyo (Oh no)

I, who has fallen in love with no other place to, Go back my wings have been talen away (oh no)

Aku, yang telah jatuh cinta padamu dan tidak ada tempat untuk orang lain, kembali, sayapku patah (oh no)

์˜์›ํ•œ ์‚ถ์„ ์žƒ์—ˆ๋Œ€๋„ ํ–‰๋ณตํ•œ ์ด์œ  ๋‚˜์˜ ์˜์› ์ด์   ๊ทธ๋Œ€์ด๋‹ˆ๊นŒ Eternally Love

yeongwonhan salmeul ilheot daedo haengbok han iyu naye yongwon ijen geudae inikka (yongwon ijen geudae inikka) Eternally Love (Eternally Love)

Even though I lost my everlasting life, the reason to my happiness You are my eternity Eternally Love

Demi kebahagiaanku, aku rela kehilangan kehidupan abadiku, kamulah segalanya, cinta abadiku

๋„ˆ์˜ ์„ธ์ƒ์œผ๋กœ ์—ฌ๋ฆฐ ๋ฐ”๋žŒ์„ ํƒ€๊ณ 

neoye sesangeuro, (Yeah) yeorin barameul tago, (Yeah)

Taken by the soft wind to your world

Angin lembut membawaku ke duniamu

๋„ค ๊ณ์œผ๋กœ ์–ด๋””์—์„œ ์™”๋ƒ๊ณ 

ni gyeoteuro, eodi eseo wat nyago

You asked me brightly where I came from to your side

Aku muncul tepat disampingmu, membuatmu bertanya darimana aku berasal

ํ•ด๋ง‘๊ฒŒ ๋ฌป๋Š” ๋„ค๊ฒŒ ๋น„๋ฐ€์ด๋ผ ๋งํ–ˆ์–ด

hae malkge mudneun nege, bimi rira malhaesseo

And I told you that It was a secret

Dan aku mengatakan padamu kalau ini rahasia

๋งˆ๋ƒฅ ์ด๋Œ€๋กœ ํ•จ๊ป˜ ๊ฑธ์œผ๋ฉด

manyang idaero, hamkke georeu myeon

Wherever we walk together

Kemanapun kita berjalan bersama

์–ด๋””๋“  ์ฒœ๊ตญ์ผํ…Œ๋‹ˆ

eodideun cheonguk il teni

Will be paradise

Akan terasa seperti surga

4 thoughts on “Our Love is Better Than Anything 2

  1. Kerennnnnnnnnnn
    huaaaaaa TT_TT
    Gilaaaa aku sampe nangis beneran !!
    Lanjut thorrrrr jeball ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s