My Love is You

My Love is you

Athor: Beta1212

Main cast : byun baekhyun, park chanyeol

Support cast : kai, taemin, sulli, minho

Ratting :pg to nc

Genre : romance, mpreg

Prologue

“baekhyun-ah.” Ucap seorang wanita paruh baya pada putranya yang kini menatap nanar bayangannya yang terpantul dicermin. Rambut hitam pendeknya kini berubah panjang dengan gaun putih dan kerudung yang menghias tubuhnya. Wanita itu hampir menangis menyaksikan putra bungsunya di hari pernikahannya. Bukan tangis bahagia namun tangis haru dan penyesalan. Tapi manic hitam di cermin itu menatap ibunya lembut dan teduh lalu ia tersenyum sambil menggenggam tangannya.

“aku baik-baik saja eomma. Percayalah padaku aku tidak akan mempermalukan eomma.” Ucapnya lembut dengan senyum manis yang terukir di bibir indahnya.

Sang eomma tak mampu menahan air matanya dan ia memeluk dengan erat putra bungsunya itu.

“maafkan eomma dan appa nak. Maafkan kami.” Isaknya di bahu baekhyun. Dan baekhyun dengan lembut hanya mengelus punggung tangan ibunya dan menarik ibunya hingga berhadapan dengannya.

“tak perlu minta maaf. Aku ikhlas menjalaninya eomma.” Ucapnya sambil menghapus jejak air mata di pipi eommanya.

Tok

Tok

Tok

Tersembulah kepala pria paruh baya yang ternyata appanya. Menatap baekhyun dingin seolah menahan tangis ia hanya menatap sekilas baekhyun yang langsung dimengerti tujuannya oleh baekhyun. Ia segera meninggalkan eommanya dan berjalan keluar dari ruang rias menuju appanya dan menggandeng tangan apanya erat. Sebuah senyum manis terukir di bibir tipisnya.  Dan mereka pun berjalan bersama menuju altar gereja.

Dalam langkah yang teramat anggun, sosok cantik itu berjalan dengan sangat mempesona. Kecantikannya terpancar sempurna dengan senyum dikulum ia menghipnotis seluruh perhatian orang-orang di gereja itu.

“appa.” Ucapnya pelan hampir berbisik.

“ne.”

“aku menyayangimu, dankumohon hiduplah bahagia untukku.”

Dada appanya bergetar mendengar permohonan terakhir anaknya. Yang tinggal beberapa saat lagi akan menjadi milik orang lain. Appanya tak mampu menjawab. Ia hanya berusaha tersenyum untuk membuat anak bungsunya senang. Ia mengeratkan pegangan baekhyun pada lengannya. Dan menumpu tangannya diatas tangan baekhyun.

“ne.”

Dan detik berikutnya pegangan rapuh sang putra telah berpindah tangan pada seorang namja bertubuh jangkung dengan wajah tampan memikat. Menarik tangan baekhyun lembut. Dan saat itulah appa merasakan penyesalan teramat dalam di hidupnya. menyaksikan anak bungsunyya menanggung dosa yang di buatnya dengan sangat ikhlas dan rela. Membuat air matanya jatuh namun tak ada keajaiban  yang terjadi. Yang ada hanyalah kenyataan bahwa anaknya yang juga seorang namja harus menjadi istri dari seorang namja yang merupakan pewaris perusahaan multimilyar won terkemuka korea.

“Byun Baekhyun bersediakah kau menerima Park Chanyeol menjadi suamimu dalam keadaan senang maupun susah sampai maut memisahkan kalian?”

Baekhyun menarik nafasnya pelan, lalu ia menatap lekat mata Chanyeol yang juga tengah menatapnya. Lalu dengan senyuman tulus ia mengatakan bahwa ia,

“aku bersedia.”

Dan seulas senyum manis pun terukir dari bibir nampyeonya itu. Kemudian sebuah cincin melingkar manis di jari manisnya. Dan sebuah kecupan hangat berhasil mendarat di bibir tipisnya. Dalam dan bergairah itulah yang ia rasa. Dan ia tidak menolak. Ia menerima semuanya dengan rela karena baginya apa yang ia korbankan dan ia lakukan semata-mata demi orang tuanya.

#end of prologue

Chanyeol pov

Ia sangat cantik tuhan. Bibir tipisnya, senyuman manisnya dan suara merdu yang selalu dilontarkannya pada siapapun semuanya aku suka. Dan aku tak pernah bisa mengalihkan pandanganku dari sosok malaikat cantik mu tuhan.

Setiap ia tertawa aku bahagia, ketika ia berbicara aku terpesona dan ketika ada orang yang menatapnya lapar ingin rasanya kurobek mata serigala lancang itu tuhan.

Aku masih dalam duduk ku di café ‘the one’ milikku. Tak ada seorang pun di café ini yang mengetahui jati diriku sebagai kepala keluarga Park. Hanya aku dan kolega bisnis ku saja. Jika kau tanya mengapa tak ada yang tahu. Jawabannya hanya satu. Aku tak suka keramaian. Diusiaku yang masih duapuluh tahun gelar dr. sudah kudapatkan setahun yang lalu ketika aku menamatkan pendidikan S3ku di harvad univ. Dan karena kejeniusanku aku berhasil membangkitkan kejayaan keluargaku yang tiga tahun lalu turun karena kematian keluarga besarku. Yang mendesakku untuk segera menyelesaikan pendidikanku dan segera kembali ke Seol untuk mengurusi perusahaan keluargaku. Dan siapa sangka aku berhasil menguasai seluruh industry mesin korea dalam tiga tahun karir ku.

Dan tiga bulan yang lalu karena keisengan tuhan padaku aku berhasil bertemu dengan malaikat cantik itu. Namanya Byun Baekhyun mahasiswa tingkat 2 universitas Soul. Bukan berangkat dari keluarga kaya namun begiku keluarga itu sangat bahagia. Aku pertama kali bertemu dengannya adalah ketika dihari berhujan tiga tahun lalu tepat pada saat kematian orang tuaku ia dengan tanpa canggung menolongku dari jurang kesedihan dan sejak saat itu aku mencintainya yang dengan keramahan berhasil melelehkan es dalam hatiku.

Dan tuhan ternyata tidak tidur ia dengan caranya berhasil mempertemukanku padanya yang tengah mencari pekerjaan magang. Dan demi mempekrjakannya aku dengan sangat kilat menciptakan café ‘the one’ ini, dan seperti yang kuduga ia segera melamar dan langsung ku terima.

Dan sekarang aku dalam penyamaranku tengah memperhatikannya. Eh  kemana ia?

“selamat siang tuan, ada yang bisa saya bantu?” ucapnya sopan padaku dan aku segera mengatakan bahwa aku ingin secangkir kopi. Dan ia segera meninggalkanku yang terpaku pada sosoknya yang menjauh.

Namun belum sempat baekhyun mencapai dapur . seorang maid yang lebih muda darinya tak sengaja tersenggol oleh seorang anak kecil yang berlari membuat keseimbangan tubuh maid itu runtuh dan tanpa sengaja nampan yang ada di tangannya terlepas dari pegangannya dan mendaratkan kopi hangat yang dibawanya pada seorang pelanggan wanita hingga baju dibagian punggung wanita itu coklat semua karena kopi yang tumpah tadi.

BRAKKK

Nampan bundar itu jatuh kelantai dengan pecahan kaca dari cangkir kopi yang meleset dari nampannya. Di lantai putih itu seorang maid jatuh tersungkur setelah menubruk seorang pelanggan wanita higga cairan pekat dan kental dari kopi yang dibawanya tercetak dengan jelas di gaun putihnya. Seorang pria yang datang bersama pelanggan wanita itu sudah bersiap-siap untuk menampar maid itu. Hingga tangannya dihentikan oleh pelayan pria yang chanyeol tau adalah Byun Baekhyunnya.

“maafkan kami tuan. Tapi tolong jangan bertindak kasar pada wanita.” Ucapnya seramah mungkin dengan senyum yang terukir dibibirnya. Pria yang dihentikan olehnya menatap Baekhyun kesal dan tanpa bisa menghindar sebuah tinju mendarat dengan sangat keras ke wajah Baekhyun hingga mata kirinya sedikit membiru.

Dan pria itu segera meninggalkan Baekhyun yang sebelumnya sudah diinjak tangannya oleh pelanggan wanita yang sangat kesal dengan tindakan sok pahlawan Baekhyun dan melupakan siapa penyebab keadaan itu. Manajer café pun menenangkan situasi dan dengan sigap memberikan gaun pengganti . setelah sebelumnya chanyeol memerintahkan mr. kim bodyguardnya yang merangkap sebagai manager café untuk menetralkan keadaan  café yang ricuh.  Setelah mr. Do meminta maaf dan memberikan gaun yang kebetulan pas itu. Pelanggan tadi segera pergi.tanpa tahu arti dibalik gaun putih itu.

Chanyeol sangat geram dengan perilaku pria tadi dan ingin sekali membunuhnya namun ia tak bisa membocorkan identitasnya.  Hingga ia menyuruh bodyguardnya mr. Do untuk menempelkan alat detector di gaun putih yang diberikan pada kekasihnya. Ia tidak pernah menyanggka akan bertemu musuh lamanya. Dan sekarang gairah membunuhnya sangat tinggi untuk menghabisi musuh lama yang tak tau diri karena telah memukul Baekhyun tepat di wajahnya.

Chanyeol segera menghampiri Baekhyun yang di bopong oleh maid yang di tolongnya tadi. Ia memberikan sapu tangan putihnya untuk mengelap darah dari bibir Baekhyun yang sobek. Baekhyun hanya menatapnya bingung lalu didetik berikutnya ia menyunggingkan senyumnya susah payah karena pasti bekas tinjuan tadi masihsangat sakit.

“terima kasih tuan.” Ucapnya sambil tersenyum lembut. Dan Chanyeol dengan susah payah membalas senyumannya meski tangan yang berada dalam saku jaketnya sudah mengepal dengan sangat kuat.

“kau sangat baik Baekhyun, dan kau tidak pernah berubah.”lalu Chanyeol meninggalkan baekhyun dengan aura membunuh yang merembes dari tubuhhnya. Meninggalkan baekhyun yang menatapnya bingung.

“dari mana ia tahu namaku” pikirnya.

***

“tuan, kami sudah membawa mereka,” ucap mr. Do pada Chanyeol yang sudah melepas samara dari tubuhnya. sehingga menampakkan sosok namja tampan bertubuh tinggi namun berwajah sangat manis. Yang selalu dibencinya.

“berikan tongkat golf ku.” Ucap Canyeol dengan suara berat. Dan mr. Do memberikan tongkat golfnya pada Chanyeol yang langsung tersenyum seperti iblis.

Chanyeol memasuki sebuah ruangan yang lebih mirip gudang dengan cahaya yang sangat minim. Hanya satu sudut ditengah-tengah saja yang terdapat cahaya benderang. Sebuah kursi yang diduduki oleh seorang wanita bergaunputih dan di kursi yang lainnya seorang pria muda dengan jaket hijau di tubuhnya.wajah si pria sudah tak karuan karena dipukuli. Dan sebuah lebam terdapat tepat di mata kiri pria itu, sedang si wanita masih utuh tanpa luka sedikitpun. Chanyeol tersenyum menyeringai lalu sambil mengetuk-ngetukkan tongkat golfnya ia menyentuh dagu si wanita dengan ujung tongkat golfnya.

“Chanyeol berani kau menyakitinya aku akan membunuhmu.” Teriak si pria tak tahu diri karena berani berbicara dalam keadaan paling hina.

“diam kau Kai. Kau duluan yang bermain api dengan ku. Aku hanya mengembalikan apa yang telah kau lakukan.” Ucap Chanyeol berat dan ia menatap Kai dengan wajah tersenyum yang membuat kai sangat mual dan takut. Bagaimanapun ia tahu benar dosanya 3 tahun lalu yang pernah mencelakai Chanyeol tapi hati kecilnya berharap agar ia tak melukai orang yang paling di sayanginya.

Tapi terlambat Chanyeol sudah sangat kesetanan ia dengan keras menampar si wanita dengan tongkat golfnya hingga tulang pipi si wanita retak dan darah merembes keluar dari hidung wanita itu.

“yah! Park Chanyeol kubilang hentikan. Jangan sakiti dia.” Teriakan keras Kai membahana di ruang itu bersama dengan rintihan sakit si wanita yang dipastikan sudah buta sebelah karena mata kirinya tadi terkena pukulan telak. Tapi Chanyeol tidak menghentikan tindakkannya dan ia semakin menyenangi situasinya saat ini dan kembali melayangkan tongkat golf itu ke bagian kakinya bertubi-tubi .

“Taemin.” Teriak Kai frustasi. Ia tak sanggup melihat kekasihnya di pukuli hingga cacat oleh chanyeol.

Lalu sebagai sentuhan terakhir Chanyeol menjatuhkan kursi taemin dan menginjak tangan taemin yang terikat kebelakang hingga patah.dan disaat itu lah ia baru merasa puas. Dan meninggalkan meraka berdua .

Bodyguard Chanyeolpun melepaskan Taemin dan Kai. Dan Kai segera menghambur meraih tubuh taemin yang sudah penuh luka dan cacat.

“Taemin bertahanlah.” Ucap Kai sambil terisak air matanya jatuh keatas wajah taemin yang sudah tak karuan.

Taemin berusaha untuk berbicara dengan suara sangat pelan hingga Kai mendekatkan wajahnya ke wajah Taemin.

“Kai kumohon balaskan dendamku.” Ucap Taemin pelan dan taemin menutup mata untuk selamanya karena pendarahan di otaknya.

Kai menjerit sangat keras sambil memeluk tubuh kekasihnya yang sudah tak bernyawa itu.

“Chanyeol kupastikan kau akan menerima akibatnya.” Ucapnya marah sambil memeluk Taemin erat.

***

Baekhyun pov

“Aaarghh pelan-pelan Sulli-yaa.” Ucap Baekhyun sedikit meringis sakit karena Sulli dengan kasar menekan-nekannkan kapas berisi obat pada mata kiri baekhyun yang bengkak. Sulli hanya menatapnya marah dan kesal. Lalu Baekhyun mengusap kepala Sulli lembut dan menarik kepala Sulli hingga bersarang di dadanya dalam pelukan baekhyun.

“gwenchana Sulli-ya. Aku taka pa-apa.” Ucap Baekhyun menenangkan sulli dan tubuh gadis itu bergetar dan ia rasa basah di dadanya karena air mata Sulli.

“pabo, pabo, kau pabo oppa.” Ucap Sulli berulang-ulang sambil memukul lemah dada baekhyun. Dan Baekhyun hanya mengeratkan pelukannya pada sulli.

“mianhae Sulli-ya. Tapi aku tak mau kau dilukai orang itu.” Ucap Baekhyun lembut membuat Sulli dalam pelukkannya terkejut dan mendongakkan kepalanya kearah baekhyun. Baekhyun hanya menghapus air mata yang masih mengalir dipipi sulli.

“aku mencintaimu Sulli-ya.” Ucap Baekhyun lembut. Membuat Sulli menatapnya kosong lalu di detik berikutnya Sulli menekap mulutnya sendiri dan memeluk baekhyun.

“nado oppa.” Ucap Sulli sambil terisak namun ini bukan lah tangis sedih tapi tangis bahagia.

“aakhh..” tak sengaja kepal suli mengenai lebam di wajah Baekhyun yang masih ngilu dan Sulli dengan senyum malu kucingnya meminta maaf pada baekhyu.

“mian oppa.” Ucapnya menyesal namun tersenyum. Dan Baekhyun memasang tampang kesakitan hingga Sulli meniupi lebam itu. Dan kesempatan itu Baekhyun jadikan alat untuk bisa mengecup pipi yeoja chingunya.

Dan sebuah pukulan keras mendarat di kepala Baekhyun,

“aaauu.. sakit.” Ucap Baekhyun meringis

“hahahaha, kau pantas mendapatkannya oppa.” Ucap Sulli sambil memeletkan lidahnya mengejek baekhyun. Dan baekhyun pun mengejar Sulli untuk membalas dendam dan mereka pun tertawa bersama.

Mereka sama sekali tidak tahu sepasang mata tengah memperhatikan mereka dari balik layar monitor marah. Chanyeol menggenggamm gelas keristalnya keras hingga pecah membuat tanggannya terluka karena pecahan kaca dari gelas kristal itu.

***

Author pov

Sudah tiga hari Sulli mencari anjing peliharaannya yang bernama Eve. Ia mencari anjingnya kemanapun hingga hari ini. ia yang lelah mencari seharian berencana untuk mengambil minum dan makan ramyeon namun ketika ia akan memasak air untuk ramyeonya ia merasa asing dengan panci besar yang ada diatas kompor. Ia membuka panic putih itu dan  jatuh terduduk saking kagetnya melihat anjing peliharaannya yang ia cari seharian ini sudah mati dengan mengenaskan. Di dalam panic.

“Eve..”  ucapnya sambil menangis dan kemudian ponsel nya bordering.

“y-yobeoseo oppa.. Eve.. dia.”

Baekhyun panic mendengar tangisan yeoja chingunya dan segera ia melesat meninggalkan pekerjaanya dan berlari secapat kilat menuju rumah Sulli.

TING TONG

Sulli segera menuju pintu depan ia merasa heran namja chingunya bisa datang secepat tadi padahal belum ada lima menit setelah namjachingunya menutup telepon.

“yah tunggu sebentar oppa.” Lalu tubuhnya menegang mendapati orang yang mengetuk pintunya.

“k-kau..” ucap Sulli was-was.

Sosok jangkung itu hanya tersenyum dan ia hanya menyerahkan sebuah surat.

“sebaiknya kau turuti perintahku jika kau tidak ingin bernasib sama seperti anjing bodohmu.” Ucap sosok jangkung yang ia kenali adalah Minho mantan namja chingunya. Lalu Minho pergi meninggalkan Sulli yang jatuh merosot kelantai.

Dan ia pun segera membuka surat itu.

‘Tinggalkan Byun Baekhyun’

dan ia pun menangis keras karena takut dan sedih.

20 menit kemudian Baekhyun sudah tiba di rumah Sulli, dan Sulli segera menghampiri Baekhyun dan memeluknya.

“gwenchana, Sulli-ya jangan takut.” Ucap Baekhyun sambil mengelus rambut sulli.

‘oppa mianheyo.’ Sulli segera melonggarkan pelukannya. Dan ia menatap baekhyun dalam. Membuat Baekhyun malu karena baru pertama kali di tatap sedalam itu oleh Sulli.

“oppa kau menyayangiku kan?” ucap Sulli setenang mungkin. Dan Baekhyun mengangguk. Lalu sulli menarik nafasnya berat.

“kumohon tinggalkan aku. Jangan dekati aku lagi. Lupakan aku oppa.” Ucap Sulli lancar membuat Baekhyun bingung dan tertawa.

“lelucon yang tidak lucu Sulli-ya.” Ucap Baekhyun dengan tawa kaku.

“aku serius oppa. Selamat tinggal.” Lalu Sulli meninggalkan Baekhyun tanpa membiarkan Baekhyun tau alasannya dan ia mengunci pintu rumahnya rapat-rapat. tak menggubris teriakan Baekhyun dari luar. Yang meminta kejelasan darinya.

***

Baekhyun dengan langkah gontainya berjalan di tengah-tengah hujan. Tubuhnya beku dan kedinginan namun ini tak seberapa dibandingkan beku hatinya. Sulli yeoja yang dicintainya sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Cinta pertamanya baru saja memutuskannya dan ia tak bisa melakukan apapun. Selain menerima nya. Karena ia sangat mencintai Sulli dan ia akan melaksanakan permohonan dari cinta pertamanya itu.

Akhirnya ia sampai di jalan menuju rumahnya yang hanya beberapa meter lagi. Ia merasa sedikit aneh dengan pemandangan baru yang dilihatnya sebuah Mercedes benz hitam terpakir tepat di depan rumahnya. Baekhyun segera berlari kearah rumahnya dan mendapati beberapa pria berjas baru saja keluar dari rumahnya dan ia segera menerobos masuk ke dalam rumahnya.

Dan betapa kagetnya ia ketika melihat ayahnya duduk bersimpuh dan ibunya memluk ayahnya sambil menangis.

“eomma, appa.ada apa ini? apa yang terjadi?” ucap Baekhyun pada kedua orang tuanya yang bersimpuh. Ia segera duduk bersimpuh dan memegang bahu ayahnya. Dan appanya segera mendongakkan kepalanya menatap baekhyun. Lalu appanya menatap wajah baekhyun dalam.

“Baekhyun kau sayang appa dan eomma kan?” ada ketakutan yang menyerang baekhyun ketika appanya menanyakan hal itu pada baekhyun. Ia hanya bisa mengangguk. Dan sebuah senyuman penuh arti terukir di wajah appanya.

“kumohon Baekhyun menikahlah dengan parkchanyeol.” Ucap appanya parau. Baekhyun hanya mengerutkan dahi nya tak mengerti. Siapa Park Chanyeol? Ia tak pernah mendengar nama itu sebelumnya tapi ia merasa bahwa nama itu bukanlah nama yeoja lebih mirip nama namja.

“s-siapa Park Chanyeol itu appa?” ucap Baekhyun setenang mungkin.

Appanya menutup mata lalu ia menatap dalam ke manic mata Baekhyun.

“ia adalah pewaris utama kerajaan bisnis Park. Dan ia adalah seorang namja yang bisa melunasi semua hutang appa pada mafia tadi.” Ucap appanya pelan. Ia sebenarnya tidak ingin menyetujui tawaran gila park chanyeol yang ingin menjadikan putra bungsunya sebagai istrinya. Bagaimanapun appanya adalah orang yang beragama dan ia tidak ingin menjerumuskan anaknya untuk menanggung dosa yang dibuatnya. Tapi apa daya ia tidak punya pilihan lain. Ia terpaksa mengorbankan anaknya ketimbang harus mengorbankan seluruh keluarganya. Dan ini adalah keputusan terberat yang pernah diambilnya dan ia berani bertaruh baekhyun tidak mungkin bisa menolaknya. Dan itu membuatnya semakin merasa bersalah pada Baekhyun. Karena putra bungsunya tidak pernah bisa dan mau untuk menolak permintaan orang tuanya. Bahkan jika ia meminta nyawa Baekhyun pun , ia yakin baekhyun akan menerjunkan tubuhnya dari atap gedung tertinggi.

Baekhyun membeku. Lidahnya kelu dan aliran darah dalam tubuhnya serasa berhenti dan ia merasakan ketakutan yang mendera seluruh sel tubuhnya. ia adalah namja normal yang menyukai wanita. Dan ia adalah hamba tuhan yang taat. Ia merasa dilemma dalam dirinya antara ketakutan dosa pasangan sesame jenis dan sumpahnya pada diri sendiri untuk berbakti pada orang tuanya. Namun ia dengan berat hati terpaksa memilih untuk memenuhi keinginan appanya. Baginya melihat senyum appanya lebih penting dari apapun juga. Entah karena ajaran keluarga atau memang sifat penurutnya sudah bersarang dala nadinya. ia pun tersenyum kearah appanya. Dan ia bisa melihat appanya tersenyum penuh arti padanya dan menciumi tangan anaknya.

“Baekhyun kau memang anakku.” Lalu appa memeluk baekhyun erat dan baekhyun hanya tersenyum miris atas keputusannya.

#End of flash back#

***

Chnayeol pov

Demi tuhan benarkah ia Byun Baekhyun? Benarkah ia namja? Dengan rambut tambahan dan gaun yang dikenakannya ia terlihat sangat cantik dan kecantikan nya melebihi yeoja yang pernah ku lihat. Dan ia berjalan dengan sangat anggun kearahku. Di bibirnya terukir senyum manis yang mempesona membuat debaran jantungku semakin memburu dan aku susah payah untuk terlihat setenang mungkin lalu appanya atau sekarang calon mertuaku memberikan tangannya padaku dan ku terima tangan kurus yang indah itulalu ku genggam tangannya erat. Ia pun tersenyum sopan padaku.  Membuat bibirku melengkungkan senyuman karena terhipnotis senyum indah itu.

‘apakah kau menyukai ku Byun Baekhyun?’ pikirku. Dan aku tak bisa mendengar dengan pasti apa saja yang pendeta katakan yang berhasil ditangkap kupingku hanya pertanyaanya pada Baekhyun ku.

“byun Baekhyun bersediakah kau menerima Park Chanyeol menjadi suamimu dalam keadaan senang maupun susah sampai maut memisahkan kalian?”

Dan debaran jantungku semakin cepat. Aku sangat tegang menanti jawabannya. Dan aku berdoa dalam hati. Kumohon katakan ‘ya’byun baekhyun. Jebaal.

“aku bersedia.” Ucap Baekhyun lembut dan ia tersenyum padaku. Aku tentu saja aku membalas senyumannaya dan segera kubuka kerudung yang menutupi wajahnya ketika pendeta mempersilahkan aku untuk menciumpasanganku. Ku sentuh pipi tirus yang lembut itu. Ku susuri alur wajahnya dan tanganku berhenti di dagu nya. Dan kudekatkan wajahku ke wajahnya dan kutempelkan bibirku ke bibirnya. Awalnya hanya menempel lalu kui hisap bibir bawahnya. Dan ia pun membalas ciumanku membuatku tertantang dan semakin gila menciumnya. Belum pernah aku merasakan ciuman sehebat ini dalam hidupku. Ciuman bergairah yang kulakukan didepan banyak orang dengan cinta yang menjalar dariku padanya lewat peraduan bibir kami. Dan kuyakin ia menikmatinya. Dan aku maupun dirinya tidak merasa malu ataupun canggung kami hanya terus menghisap dan menjilat. Hingga kurasa persediaan udara di paru-paru ku habis sehingga aku terpaksa melepaskan ciuman yang memabukkan dan menggairahkan bagiku.

Ketika ciuman kami terlepas pipinya segera merona merah dan ia menunduk malu  tak berani menatapku. Membuatku gemas dan kutarik dagunya agar manic hitamnya itu menatap ku. Dan aku menyesal telah melakukan hal itu. Wajahnya kini Nampak sangat horny dengan pipi merah dan nafas tersenggal serta di sudut bibirnya ada cairan bening yang kuyankin adalah sisa air liur kami.

“Park Baekhyun tersenyumlah.” Ucapku sedikit menggodanya. dan semburat merah segera tersembur dari pipinya. Dan itu membuatnya tambah manis. Aku memberikan sinyal agar ia menggandeng tanganku dan ia menurutinya. Lalu dengan senyum yang dikulum ia menggandeng tanganku turun dari altar gereja.

***

Chanyeol pov

Setelah menempuh perjalanan sekitar empat puluh menit akhirnya kami, maksudku aku dan nae honey Byun Baekhyun,, anii Park Baekhyun sampai di kediaman ku. Dan semua pelayanku sudah bersiap di sepanjang jalan dari pintu gerbang higga pintu rumahku. Aku menatap istriku yang kini tertidur pulas dalam lymosin ku. Ia Nampak lelah seharian ini dan aku tak ingin mengabulkan permintaanya yang memintaku untuk membangunkannya ketika kami tiba. Dengan sangat perlahan ku ankat tubuhnya yang ringan untuk ukuran seorang namja. Dan dengan perlahan dan hati-hati aku membawanya masuk kedalam rumah ku, maksudnya rumah kami.

Kubuka pintu kamar ku (dulu) sekarang ini adalah kamar kami. Aku tak pernah menyangka akan menikah muda. Tapi sungguh aku tak mau jika aku menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Aku takut akan menyesal terlebih ketika kutahu ia memiliki yeoja chingu ketakutanku semakin menjadi. Hingga aku terpaksa melakukan tindakan yang sedikit keras dengan memberikan persyaratan sulit pada ayahnya agar aku bisa mendapatkan malaikat cantikku ini. tapi sudahlah segala nya syah dalam cinta dan perang itu yang kuyakini. Dan aku berhasil hebat bukan?

Kubaringkan istriku yang tertidur sangat lelap ke ranjang kingsize kami. Dan kulepas aksesoris dikepalanya agar ia bisa tidur lebih nyaman. Lalu ku kecup keningnya sekilas dan segera ku langkahkan kakiku kekamar mandi untuk membersihkan diri.

“Aku tak sabar menjadikannya sebagai milikku”

Baekhyun pov

“akhirnya acara selesai juga.” ucap Chanyeol sambil tersenyum senang. Wajahnya yang tersenyum membuat pikiranku tak beraturan dan aku lebih memilih tersenyum menanggapinya. Aku takut jika nanti aku berbicara dengannya ia akan menanyakan hal-hal yang tidak-tidak.

Setelah kami keluar dari gereja sebuah limoussin hitam sudah terpakir dihadapan kami. Ia dengan senyum yang berhias gigi rapih sempurna menarik tubuhku higga aku terangkat dengan sangat mudah dalam gendongannya dan ia menggendongku ala bridal style menuju limoussin hitam itu. Dan bisa kurasakan debaran jantungnya yang berdetak kencang membuatku tersenyum miris.

Ia benar-benar tulus mencintaiku. Aku harus bagaimana tuhan?

Aku hanya bisa mengalungkan tanganku ke lehernya agar kami tidak terlihat aneh. Maaf chanyeol sampai saat ini aku belum bisa menerimamu sepenuhnya. Dan berilah aku waktu untuk bisa mencintaimu.

“mm Baekhyun.” Ucap Chanyeol dengan suara bassnya yang membuatku seperti tersetrum listrik. Aku menoleh kearahnya. Lalu tersenyum. Dan ia Nampak malu ketika aku tersenyum padanya.

Tuhan tolong aku, dia mencintaiku. Dan aku menyakitinya

“saranghae.” Ucapnya pelan dan segera berpaling kearah lain. Membuatku terkejut akan pengakuan jujurnya. Aku sebenarnya berat mengatakan ini tapi bagaimanapun aku sudah berjanji pada kedua orang tuaku untuk bersikap baik dan tidak mempermalukan mereka.

“n-nado, Chanyeol-ssi.” Ucapku lembut. Namun ekspresi senangnya segera pupus. Dan matanya menatapku tajam. Aku takut apakah aku salah? Apakah kedokku ketahuan? Tuhan bagaimana ini?

“hahaha..Baekhyun-ah, anii yeobo jangan seresmi itu. Aku ini suamimu.” Ucapnya santai dengan bibir yang tersenyum lebar. Membuatku mau tak mau mengucapkan kata nista yang paling tidak ingin kuucapkan.

“m-maafkan aku y-y-yeo-bo.” Ucapku terbata dan kurasakan panas di pipi hingga kupingku. aish mengapa ini sangat memalukan.

“kau tak berubah baekhyun.” Ucapnya lembut sambil mengelus puncakkepalaku.

“mm sebaiknya kau tidur. Perjalanan kita masih setengah jam lagi.” Ucap baekhyun lembut dan aku pun menurutinya. Sungguh pernikahan ini menguras tenaga serta batinku. Dan ketika ia menawariku untuk beristirahat ku terima dengan senang hati Park Chanyeol.

“mm tapi nanti bangunkan aku ya.” Ucapku lemah. Aku tak mau membuatnya malu. Ingat aku harus sopan.

Ia mengangguk dan tersenyum lembut padaku.

Aku segera menjemput alam mimpi dan tertidur dengan sangat pulas.

***

“nggghh.” Aku membuka mataku dan kulihat aku ada di sebuah ruang yang gelap dan hanya sebuah lampu duduk disamping tempat tidurku.

Tunggu? Tempat tidur?  Segera saja ku singkap selimut yang menutupi tubuhku. Dan kutemukan sebuah lengan yang memeluk pinggangku. Dan ketika mataku berhasil melihat semuanya dengan jelas. Aku tekejut melihat tubuhku yang sudah terbalut piama. Dan Chanyeol dengan erat memeluk pinggangku membuatku takbisa bergerak. Ia sedikit menggeliat membuatku segera kembali tidur. Aku sangat takut untuk melewati malam pertama kami. Sangat takut tuhan.

Dan benar apa dugaanku ia terbangun tapi cerdiknya aku aku berhasil memejamkan mata sebelum matanya terbuka dan memergoki aku terbangun. Lalu ia menyandarkan kepalanya dengan ditumpu tangan kirinya. Ia membelai wajahku dan ia mengecup keningku singkat lalu menaikan selimutku yang tadi terbuka. Dan kembali memejamkan matanya sambil kembali memelukku seperti aku adalah boneka teddynya. Dan sungguh selama sisa malam aku tak bisa tidur. Karena jantungku berdebar kencang mendapatkan perlakuan lembut darinya.

***

Ketika pagi menyapaku aku takmenemukan keberadaan Chanyeol di ranjang kami. Dan itu membuatku sedikit bersyukur karena aku telah melewatkan malam pertama kami.

Aku segera turun dari ranjang dan berjalan kearah beranda dan diam disana untuk menikmati udara pagi. Hingga dengan tiba-tiba kurasakan tangan kekar Chanyeol melingkar di pinggangku membuatku terkesiap dan hampir saja berteriak di wajahnya.

“aish kau mengagetkanku.” Ucapku sambil mengelus dada. Dan ia hanya tertawa melihat ku menderita. Dan ia segera menempelkan kepalanya di bahuku. Membuatku kembali berdebar. Entah takut atau cemas atau aku sakit? Molla aku baru pertamakali merasakan hal ini. dan aku merasa sekarat.

“mianhae. Tapi aku mencintaimu, Baekhyunie.” Ucapnya lalu ia memlukku dari belakang dengan erat. Membuatku merasa hangat. Karena jujur aku benci dingin. Dan entah mengapa kecanggunganku sirna dan ku genggam erat punggung tangannya yang ada di dada dan perut ku.

“nado nae nampyeon.” Ucapku spontan, sungguh aku gila telah mengucapkannya. Apakah aku benar-benar terjebak dalam pesonanya? Atau aku benar-benar telah menyatu dalam sandiwaraku? Molla aku tak mengerti.

Dan Chanyeol menarik daguku hingga wajah kami berhadapan dan kurasakan bibirnya menyesap bibir atasku dan kulakukan hal yang sama pada bibir bagian bawahnya. Dan ciuman kami terasa sangat hebat hingga aku ketagihan dan dibuat horny karenanya.

Kami melepaskan ciuman kami karena persediaan oksigen dalam tubuh kami menipis. Dan aku menatapnya bernafsu karena ia telah sukses membuatku horny. Dan dengan instingku sebagai manusia aku menarik wajahnya hingga berhadapan denganku dan kulumat bibirnya ganas. Hingga ia mengangkat tubuhku dan menahan berat badanku dan aku segera melingkarkan kaki ku ke pinggangnya dan kami terus melumat tanpa berniat untuk menghentikannya. Namun sialnya alergi dinginku kumat dan kurasakan gatal di daerah tangan dan leherku. Dengan susah payah aku melepaskan ciuman kami yang kian bergairah dan kurasakan chanyeol marah karena aku menghentikan nya paksa. Dan mendorong bahunya hingga kami terpisah dan aku segera turun dari gendongannya dan segera berlari ke kasurku dan membungkus tubuhku dengan selimut. Aku tak ingin ia melihat bercak di tubuhku. Aku malu dan entah mangapa ada ketakutan ia akan membenciku.

Maaf Chanyeol tapi kau tidak boleh melihatku seperti ini.

 

Kurasakan Chanyeol berjalan mendekat kearahku yang tengah membungkus seluruh tubuhku dengan selimut sambil menahan rasa gatal yang mendera kulitku. Ia duduk di ranjang dan hendak menarik selimut yang membungkusku. Spontan aku menahannya.

“tidak jangan..” teriakku keras dan tak ada pergerakkan chanyeol lagi. Lalu ia beranjak dari kasur dan keluar dari kamar kami.

BLAMM

Pintu ditutup keras olehnya dan aku akhirnya bisa bernafas lega.

Maaf Chanyeol aku tak ingin membuatmu jijik padaku.

Chanyeol pov

“arghh.” Teriakku frustasi. Dan membanting keras meja kerjaku. Aku tak bisa melupakan kejadian pagi tadi. Padahal kukira ia mencintaiku tapi ia malah jijik padaku.  Aku harus bagaimana tuhan ? aku mencintainya dan ia menolakku. Aku tak mau ia pergi. Tapi aku takkan bisa menahan nafsuku jika berdekatan dengannya. Tuhan maafkan aku telah menyakiti malaikatmu. Aku tak bermaksud. Aku , hanya terbawa emosi. Gumamku membuatku terlihat seperti orang gila. Tapi sungguh perlakuan Baekhyun padaku benar-benar membuatku terpukul.

Baekhyun Pov

Sudah seminggu sejak insiden pagi itu aku tak pernah melihat wajahnya lagi. Entahlah aku merasa kesepian dan sedih karena tak dapat melihatnya sekalipun. Dan ketika aku mencoba untuk menghubungi ponselnya selalu saja mailbox. Seharusnya aku mensyukuri keadaan ini. tapi entah mengapa jauh di lubuk hatiku aku merasakan luka yang teramat sakit diacuhkan oleh orang yang terikat janji pernikahan denganmu. Sebenci-bencinya kau pada seseorang kau tetap akan merindukannya suatu saat nanti dan itulah yang kurasakan sekarang.

Aku merindukan wajahnya. Suaranya yang berat, pelukan hangat dan perlakuan lembutnya. Aku menyesal karena tak sengaja menghentikan nya yang ingin bersatu denganku. Aku juga menyesal telah melewatkan malam pertama kami. Aku menyesalinya tuhan. Dan kumohon tolonglah aku.

Kini  waktu sudah menunjukkan pukul duabelas malam, dan Chanyeol  belum juga pulang. Aku tetap terduduk di sebuah sofa yang mengarah ke jendela menanti kepulangannya dari kamar kami yang ada di lantai dua. Namun jalanan masih tetap sepi. Dan aku semakin mengeratkan selimutku karena dingin masih bisa kurasakan meski aku sudah meminta kepala pelayan Do yang dulunya adalah bos ku di café The One untuk menaikkan suhu kamarku.

TINNN TIIINNN

Aku terbangun dari tidur singkatku dan segera kudekati jendela kamarku dan bisa kulihat mobil sport silver memasuki gerbang rumah kami. Dan aku tahu itu pasti Chanyeol. Dan benar saja ketika pintu mobil itu terbuka munculah seorang yang kucari-cari keberadaanya seminggu ini. orang yang terus menghindariku, dan membuatku jadi merindukan dan mencari sosoknya. Yah dialah suamiku Park Chanyeol. Kulihat wajahnya sangat lelah dan aku merasa bersalah karena hal itu. Dan yang paling menyesakkan dadaku adalah ketika  ia disambut oleh kepala pelayan Do. Membuatku merasa tak berguna karena tak mampu menunggu suaminya sendiri seminggu ini.

Samar kudengar suara langkahnya dan Aku segera mendekatkan kupingku kearah pintu masuk kamar kami dan samar namun perlahan berubah jelas kudengar langkah kaki yang kian mendekati pintu kamar kami. Lalu dengan bodohnya aku kembali bersandiwara dan berpura-pura tertidur.

TREEKk

Pintu kamar kami terbuka dan ia berjalan kearahku. Mengusap keningku lalu menciumnya dan setelah itu ia keluar dari kamar kami. Hingga kudengar pintu kamar lain tertutup. Dan aku yakin bahwa pintu itu adalah pintu kamar tamu yang berjarak 2 ruangan dari kamar kami.

Lalu aku turun dari ranjang dan pergi keluar. Aku berjalan sangat pelan dan kucoba membuka pintu jati itu. Yang ternyata tidak dikunci. Ketika aku masuk aku tak menemukannya dimanapun yang kudapati hanya suara air dari keran shower. Lalu mataku menangkap sebuah jam yang terdapat disamping lampu tidur dan betapa terkejutnya aku ketika tahu saat ini adalah pukul 2 pagi.

Chanyeol apa yang kau lakukan ?

Aku segera keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur. Dan aku membuatkannya teh madu. Entah ia akan meminumnya atau tidak yang jelas hanya ini yang terpikirkan dan bisa kulakukan untuknya saat ini.

“kuharap kau menyukainya.” Ucapku pelan.

“apa yang anda lakukan Tuan Baekhyun.” Suara pelayan Do mengagetkanku. Aku belum mempersiapkan alasan apapun jadi aku hanya bisa mengatakan yang sesungguhnya dan meminta kepala pelayan Do untuk mengantarkan teh madu ini bagi Chanyeol.

“baiklah saya mengerti tuan, saya permisi.” Dan Kepala pelayan Do pergi meninggalkanku. Namun segera kuraih bahunya. Dan aku menatap mata datarnya serius.

“Kepala Pelayan Do apa kau tahu pukul berapa Chanyeol pergi kerja akhir-akhir ini? dan bisakah kau beritahu aku mengapa ia menghindariku terus?” ucap ku serius. Dan Do menceritakan alasan Chanyeol melakukan hal ini padaku. Dan lututku langsung lemas hingga aku  jatuh terperosot karena aku  telah menyakiti orang sebaik Chanyeol.  Mataku hampir mengeluarkan butiran air mata jika saja kepala pelayan Do tidak segera menenangkanku.

“apa yang harus kulakukan untuk membuatnya tidak salah paham lagi Pelayan Do?” ucap ku frustasi. Kepala pelayan Do Nampak iba mendengar curahan hati ku dan menyarankanku  untuk terus membuatkan teh bagi Chanyeol. Aku  sebenarnya tak mengerti apa tujuan kepala pelayan Do tapi aku hanya bisa menyetujuinya karena aku  sendiri juga tidak tahu harus bagaimana.

“benarkah jika aku melakukannya Chanyeol takkan mengabaikan aku lagi?” ucapku antusias dan kepala pelayan Do mengangguk setuju.

“baiklah jika begitu akan kulakukan.”

***

Chanyeol pov

Pip… pip…. Pip…..

Suara alarm menyadarkanku dari lelapnya tidur. Hingga terpaksa kubuka mataku yang masih mengantuk untuk segera kembali kealam sadar. Dan ketika aku membuka mataku hidungku dimanjakan oleh harum teh jahe yang khas. Membuatku yang baru saja terbangun segera menyesap teh jahe itu hingga habis. Dan aku penasaran siapa yang membuat teh selezat ini selama seminggu penuh.

Aku tak pernah meminta kepala pelayan Do untuk membuatkan the ini untukku tapi yang kuherankan aku selalu mendapati the setiap aku pulang kerja dan saat aku membuka mataku. Selalu setiap malam segar the lemon menjadi pengantar tidurku dan di pagi yang cerah tehjahe yang hangat menyegarkan pagi sunyiku.

Aku masih dalam keadaanku yang menghindari istriku. Bukan karena aku membencinya tapi justru karena aku tak mau dibencinya. Aku sebenarnya tak suka jika harus seperti ini tapi aku takmau menyesal kembali ketika ia menolakku.

Ketika kuletakan kembali cangkir the ku yang sudah kosong aku mendapatkan sedikit keanehan di atas meja disamping tempat tidurku. Ada sebuah origami bangau kertas berwarna putih.aku tersenyum geli melihatnya. Tak kusangka Do senang melakukan keisengan padaku. Kuraih bangau kertas itu dan jemariku menyusuri lekuk sempurna bangau kertas itu hingga mataku menangkap sebuah garis hitam seperti tulisan di bagian sayap bawahnya. Membuatku penasaran untuk membongkar bangau kertas itu.

Maaf bangau kutahu kau begitu indah, tapi rasa penasaran ini mengalahkan kecintaanku pada mu bangau.

Ku buka lipatan kertas itu hingga bangau kertas yang cantik itu kembali menjadi selembar kertas yang kusut. Kubalik kertas itu dan kulihat rangkaian kata yang membuat ku terperangah. Dan segeralah aku meluncur keluar dari kamarku menuju ke tempat yang dituliskan. Sambil menggenggam kertas itu aku melangkahkan kaki ku cepat. Sangat cepat hingga aku sedikit berlari. Sungguh aku sangat bahagia. Dia orang yang paling kucintai, cintaku, sayangku, serta hidupku ternyata merindukanku. Aku suaminya Park Chanyeol sangat bahagia tuhaaaann..

Author pov

Chanyeol dengan tergesa-gesa berlari cepat untuk mencapai kamarnya. Dan ketika ia sampai di depan pintu kamarnya sendiri. Tubuhnya membatu dan ia tak sanggup untuk memutar gagang pintu. Namun ketakutan dalam dirinya sirna ketika ia melihat lagi kertas putih ditangannya.

Park Chanyeol marahkah kau padaku hingga terus menghidariku. Tak tahukah kamu bahwa aku merindukanmu? Kumohon maafkan aku.

Park Baekhyun

Bahkan kini cintanya itu sudah bisa menerima statusnya sebagai bagian dari keluarga park. Tidakkah ini hebat?

KREKKK

Chanyeol berhasil membuka pintu kamarnya dan ketika ia melangkahkan kakinya untuk masuk matanya menangkap siluet indah yang sedang berselimut berdiri menghadap cermin yang memunggunginya. Sosok cantik itu tersenyum dan segera menoleh kebelakang. Matanya berbinar cerah ketika ia dapati chanyeol yang berdiri dihadapannya. Ia segera berlari kearah namja jangkung itu dan memeluknya erat.

“maafkan aku,” ucapnya pelan. Lalu chanyeol bisa merasakan dadanya yangbasah karena air mata Baekhyun.

Ada sedikit penyesalan dalam diri chanyeol karena telah membuat Baekhyun bersedih degan kelakuannya seminggu ini. ia pun menarik tubuh baekhyun sehingga kini mereka berhadapan. Ia membungkukkan badanya dan menempelkan kedua tangannya di pipi baekhyun. Lalu perlahan ia mencium bibir tipis istrinya itu. Ia melumat dan menghisap bibir tipis yang memabukkannya. Menumpahakan segala hasrat yang dipendamnya dalam hati dua minggu ini. ia sangat merindukan istrinya lebih dari apapun dan ia benar-benar hilang kendali ketika dengan suka rela dan tanpa perlawanan baekhyun membiarkannya melakukan sesuatu pada tubuhnya.

Ketika baekhyun semakin gila degan ciumannya ia rasakan tangan baekhyun melingkar dilehernya dan menekan kepalanya untuk memeperdalam ciuman mereka dan  member lebih banyak kepuasan pada baekhyun.

Sialnya oksigen dalam tubuh mereka habis sehingga dengan berat hati mereka terpaksa melepaskan ciuman hangat itu. Dan untuk kedua kalinya chanyeol terpana pada wajah baekhyun yang mudah sekali terangsang. Karena pada saat itu baekhyun terlihat semakin cantik.

“apa kau tidak membenciku, baekhyun-ah.”ucap chanyeol dengan suara bassnya. Baekhyun tidak menjawab ia hanya menarik kerah baju Chanyeol dan kembali menempelkan bibir mereka. Chanyeol Nampak bingung tapi ia sama sekali tidak ingin kehilangan moment ini.dan terbawalah ia pada permainan bibir Baekhyun.

Baekhyun menarik tangan kanan Chanyeol dengan tangan kanannya dan tangan kirinya menyingkap kaos hitam yang melekat ditubuhnya. Ia menarik jemari Chanyeol untuk menyentuh putingnya yang sudah mencuat tegang dan menggosokkan jemari Chanyeol disana membuatnya melengguh nikmat. Dan tanpa perlu di ajari lagi kini jemari Chanyeol sudah lihai dan semakin bergrilia memberikan kepuasan pada baekhyun. Jemari panjang itu memijit, memintir dan memutar lembut namun bertenaga pada putting kenyal itu. Lalu ciuman Chanyeol turun kearah putting coklat itu dan ia menjilat lalu menghisapnya dalam. Membuat Baekhyun terpaksa menutup mulutnya dengan punggung tangannya karena ia takut meloloskan desahannya.

Namun Chanyeol tidak puas hanya dengan bermain-main saja ia segera menggendong tubuh Baekhyun dan menggendongnhya keatas ranjang. Dan ia mulai melucuti selluruh pakaian baekhyun dan juga miliknya. Dan ia mulai menciumi baekhyun di tiap inchi tubuhnya.tanpa kata-kata hanya terus menjilat dan melumat. Dan membagi kehangatan lewat tubuhmereka yang bersatu. Memang sulit pada awalnya untuk memasukkan milik Chanyeol ke lubang Baekhyun. Dan Chanyeol berkali-kali ingin menghentikan tindakkannya karena Baekhyun mengeluh sakit. Namun Baekhyun menahan Chanyeol dan memintanya untuk menuntaskan pekerjaanya pada tubuh Baekhyun. Dan ketika seluruh milik Chanyeol berhasil masuk ada kenikmatan tersendiri yang mereka rasakan. Terlebih  ketika cairan cinta Chanyeol menyembur dan memenuhi llubang Baekhyun. Yang dengan cepat kembali menegang membuat Chanyeol dan Baekhyun bercinta berkali-kali seharian.

***

Baekhyun membuka matanya ketika cahanya mentari mengusik tidurnya. Dan dengan spontan ia segera meraba kasur di sampingnya. ‘Rata’ pikirnya. Chanyeol tak ada dan iapun hampir saja menangis jika saja chanyeol tidak datang memelukknya dari belakang.

“mencariku?” ucap Chanyeol menggoda Baekhyun membuat pipi Baekhyun alngsung bersemu dan iapun memukuli dada nampyeonya yang telah berani mengejeknya.

“pergi sana.” Ucap baekhyun ketus. Membuat Chanyeol tersenyum gelid an segera melepaskan tanganya dari bahu Baekhyun dan beranjak meninggalkannya. Namun langkahnya terhenti ketika lengan baekhyun menarik ujung kemeja yang Chanyeol kenakan.

Chanyeol menoleh kearah Baekhyun sambil berusaha keras menahan tawanya karena melihat Baekhyun menundukkan kepalanya dengan pipi dan kuping yang merah semua.

“wae Baekhyunnie? Bukankah kau memintaku untuk oergi?” ucap Chanyeol sedikit menggoda baekhyun. Namun baekhyun segera menetaes kan air matanya membuat Chanyeol panic dan seger memeluknya.

“maafkan aku Baekhyun-ah aku tak bermaksud menyakitimu.” Ucap Chanyeol lirih dan panic. Dan ia bisa merasakan bahu baekhyun bergetar. Dan ia rasakan basah mata baekhyun di lehernya.

“hahaha.” Chanyeol mengernyitkan dahinya ketika ia mendenganr kekehan keras dari mulut baekhyun dan ia segera melepaskan pelukannya dan mendapati baekhyun yang sedang tertawa keras sambil memegangi perutnya.

“hahaha..kena kau.” Ucap BAekhyun riang dan Chanyeol segera mempout kan bibirnya, membuat baekhyun menghentikan tawanya dan dengan kilat ia menarik leher Chanyeol dan mencium bibirnya kilat.

“maaf, tapi jangan marah ya.” Ucap baekhyun tenang tanpa dosa. Membuat Chanyeol menutup matanya dan segera membuka kemeja dan celananya.

“yah apa yang mau kau lakukan?” ucap Baekhyun panic. Tapi Chanyeol malah tersenyum senang.

“oh hanya menandaimu saja cantik. Ini salahmu yang sudah membangkitkan adikku.” Ucap Chanyeol enteng, membuat baekhyun menyesali perbuatannya. Sungguh ia masih merasakan ngilu pada bagian bokonggya tapi sayang Chanyeol tidak bisa dihentikan ketika ia sudah terangsang. Dan hari itu sama dengan kemarin mereka lewatkan dengan bercinta.

Hingga hanya ada suara decitan ranjang dan lengguhan nikmat yang membahana dikamar itu. Sedikit member warna baru pada keheningan rumah megah itu.

TBC~

 

 

 

4 thoughts on “My Love is You

  1. hah? TBC?
    aku gak mau tau ini harus lanjut T^T
    aku suka ff ini, aku suka cerita ny, aku suka cast ny *banget, aku suka smua yg ada dlm ff ini *kecuali yg sma sulli(?)* haha
    chingu jebal dilanjut yaaaa, jangan lamaaa jebalyo *puppy eyes* hehe
    aku tunggu ne gomawoyo *deep bow* ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s