Saranghae?

Saranghae?

Cast : Kim Jongin

          Do Kyungsoo

Author : beta

Gendre : tetapkan sendiri saja

Ratting : baca aja sendiri ntar juga tau

Note : saya mabok exo *plak ganyambung.

          Rcl yaa ;D

          UNEDITED

          Happy reading guys ;D

 

“nak cepat turun kebawah,” Ucap ibuku dari balik pintu kamarku. Aku menghela nafas berat. Demi tuhan aku malas sekali melakukan perjodohan macam ini. Jika aku tidak diacam akan di hapus dari daftar penerima hak waris aku takkan  pernah mau melakukan ini. TIDAK AKAN PERNAH!

Aku malas aku tidak mau. Sungguh aku mengutuk kakekku yang menginginkan aku menikah dengan keturunan keluarga Do karena janji konyolnya. Tak tahukah ia aku sudah mempunyai namjachingu  dan aku sangat mencintai namja chinguku.

Aku membuka handphoneku dan menatap sekilas wajah namjachinguku yang sangat manis. Matanya yang memiliki eyesmile, kulit yang lembut dan halus, serta suara merdu yang selalu memanjakanku. Ia sangat sempurna dan aku mencintainya. Sangat mencintainya.

But comeback to reality, aku segera menyimpan hanphone ku di atas meja rias dan dengan gontai aku langkahkan kedua kakiku keluar dari ruang kamarku. Sedikit membenahi tatanan rambut serta bajuku agar sesuai dengan criteria yang Eommaku mau.

Aku menatap malas dari tangga yang kupijak saat ekor mataku mendapati sebuah keluarga kecil dengan seorang ayah, ibu, dan anak lelaki.  Yang duduk berhadapan dengan orang tuaku.

‘sepertinya mereka keluarga kim’ pikirku

Aku semakin malas. Apalagi kudengar jika calonku itu seorang yeoja. Tak tahukah appa bahwa aku ini gay?

“aah itu dia,” Ucap Appa ku sumringah melihat aku yang dengan penurut tanpa perlu dipaksa untuk menghadiri pertemuan sial ini. aku membungkukkan badan kemudian duduk di samping orang tuaku.

Aku tersenyum sopan dan kulihat keluarga kecil itu senang akan etikaku. Kecuali si namja aneh yang terus saja menundukkan kepalanya.

“jonggin-ah perkenalkan dirimu nak,” Ucap eommaku lembut. Aku tersenyum padanya lalu aku menatap keluarga Do yang menantiku.

“anyeong hasseo, naneun Kim Jongin imnida,” ucapku lembut lalu kuberikan senyuman mautku pada si Nyonya Do itu. Dan kulihat pipinya bersemu karena senyumanku.

Dasar wanita jalang kau sudah berumah tangga tapi masih saja terpikat pada daun muda.

“aish kau tampan sekali jongin-ah,” ucap si nyonya besar sambil tersenyum menyeringai. Membuatku ngeri tapi tenang senyum di wajahku belum luntur. Aku sempat berfikir jika ibunya saja sudah ganjen seperti ini bagaimana dengan putrinya. Aaahhh malang sekali nasibku.

“mm Kyungsoo-ya perkenalkan dirimu sayang.” Ucap si Nyonya Do sambil menepuk bahu kanan si  namja aneh. Namja itu Nampak terkejut dan dengan canggung mengangkat kepalanya menghadapku. Sehingga mata kami bertemu lalu semburat merah segera mewarnai pipi tembamnya yang kuakui berwarna putih pucat.

“naneun Do Kyungsoo imnida,” ucapnya cepat tanpa melihatku. Aku menatap appaku bingung. Seolah mengerti apa yang aku pusingkan appaku menggelengkan kepalanya menyuruhku untuk tak mengatakan apapun.

“Jongin-ah sebenarnya kami akan menjodohkanmu dengan kakak perempuan Kyungsoo hanya sayang umurnya tak panjang. Jadi terpaksa kami menjodohkanmu dengan adiknya yaitu Kyungsoo. Tante harap kau bisa menerimanya. Sebab bagaimanapun ini adalah permohonan terakhir kakekmu.” Ucap Nyonya Do lembut padaku sambil menyisir rambut anaknya yang tebal.

Jujur aku SHOCK ! tahu dijodohkan saja aku sudah malas. Apalagi sekarang aku harus menikah dengan namja aneh macam dia. Kenapa dia tak ikut mati juga hah? Tak tahukah kau namja aneh aku sudah memiliki kekasih.

Appa menyenggol tangan ku agar menjawab pertanyaan si Nyonya besar Do. Aku hanya mengangguk dan tersenyum. Dan kulihat wajah nyonya Do sumringah. Ia segera menepuk bahu anaknya dan tersenyum hangat. Dan si namja aneh itu hanya tersenyum lemah lalu ia menatapku sekilas dengan pandangan yang sulit kuartikan.

“baiklah. Karena Jongin sudah setuju. Bagaimana jika Kyungsoo tinggal disini saja sampai hari pernikahan mereka tiba. Agar Jongin dan Kyungsoo bisa saling mengakrabkan diri?” tawar Appaku pada keluarga Do yang langsung mengangguk setuju.

Appa melirik kearah ku yang tak memberiku respon apapun, sehingga dengan senyum terkembang namun tampak seperti senringaian aku mengiyakan pendapat Appa. Baguslah dengan begini aku jadi lebih mudah membuatnya benci padaku. Akan kubuat dia menolak perjodohan ini, sehingga hubungan ku dengan Baekhyun Hyung dapat direstui.

***

Aku kini mengantarkan Kyungsoo menuju kamar tamu yang letaknya berhadapan dengan pintu kamarku. Orang tuanya sudah pergi sejak sejam yang lalu untuk kembali ke rumah mereka di jepang dan Appa serta Eommaku mengantarkan mereka ke bandarapun belum kembali. Sebenarnya sejak sejam yang lalu tak terjadi percakapan apapun diantara kami sehingga aku yang mulai bosan menawarkan diri untuk mengantarkannya ke kamar tamu. Aku tak habis fikir, sekarang saja aku merasa sedang berbicara dengan tembok apalagi ketika kami menikah mungkin aku akan bermonolog ria dengan patung.

“ini kamar mu Kyungsoo-ya,” Ucapku selembut mungkin dengan senyum tipis yang kuyakin akan melumpuhkan tiap wanita yang melihatnya. Dan benar apa tebakanku pipinya langsung bersemu dan ia kembali menundukkan kepalanya.

Argh apa ia tak pernah diajari untuk menatap lawan bicaranya?

Aku yang benar-benar sudah hilang kesabaran hendak keluar dari kamarnya dan berencana menemui Baekhyun Hyung untuk mengajaknya berkencan dengaku. Tapi belum seluruhnya tubuhku keluar dari kamarnya jemari nya sudah menarik bajuku.

“terimakasih,” ucapnya pelan lalu ia melepaskan tangannya. Dan pertama kalinya aku lihat ia tidak blushing ketika menatap mataku dan aku baru sadar bahwa Kyungsoo memiliki wajah yang cantik dengan bola mata bulat dan bibir kissablenya. Tersenyum hangat padaku, kuakui dia cantik, tapi maaf aku sudah mencintai orang lain.

Aku mengelus pipinya dan kudekatkan mulutku ke kupingnya. Aku tiup pelan kupingnya itu dan aku membisikkan kata-kata yang langsung membuatnya mengangakan mulutnya.

“aku tak mencintaimu bodoh. Segeralah kau batalkan perjodohan ini atau aku terpaksa menyiksamu sampai kau mau membatalkannya.”

Dan setelah mengucapkan hal itu aku segera meninggalkannya yang mematung sambil menatap kosong padaku yang jauh meninggalkannya. Ia hanya memegang dadanya.

“kuatkan aku Nunna.”

***

Tiga tahun kemudian setelah ulang tahunku yang ke duapuluh tiga. Appa mengumumkan acara pernikahanku dengan Kyungsoo. Yang akan dilaksanakan akhir bulan januari ini.

Aku tak percaya setelah berbagai cara kugunakan agar ia membenciku dan membatalkan perjodohan ini tak satupun berhasil mencapai tujuanku. Ia tetap bertahan dan membuatku kian frustasi karena aku belum memberi tahu masalah ini pada Baekhyun Hyung.

Namun sialnya sebelum aku berhasil memberi tahu Baekhyun Hyung tentang masalah pernikahanku undangan pernikahanku dengan Kyungsoo sudah tersebar dan Baekhyun Hyung dengan senyum yang dipaksakannya dan mata yang memerah siap menangis menyelamatiku dan mengatakan ia merelakanku untuk Kyungsoo. Jujur hatiku sakit mendengarnya. Tak tahukah ia betapa aku memperjuangkan hubungan kami dengan mengusahakan dengan berbagai cara menyiksa Kyungsoo dan sekarang ia dengan mudahnya malah merelakan aku. Jadi usahaku selama tiga tahun ini benar-benar tak ada artinya?

***

Pernikahanku dengannya berlangsung sangat meriah. Ini memang wajar mengingat keluargaku serta keluarganya yang memang berasal dari golongan terpandang dan menguasai lahan bisnis dunia. Jadi kemewahan kami tak perlu ditanya.

Tapi diluar semua keramaian dan kemewahan ini hatiku sakit kala aku melihat Baekhyun Hyung menyelamatiku dan Kyungsoo atas penikahan kami. Wajah Baekhyun Hyung Nampak pucat dan terlihat lebih kurus dari pertemuan terakhir kami.  jujur hatiku miris melihat orang yang kusayang berpenampilan seperti ini.

Hyung aku tahu kau sama hancur nya denganku.

***

Sudah lebih dari tiga minggu aku menikah dengan Kyunsoo dan selama itu juga aku selalu menyiksanya. Aku jadikan ia sebagai budak sex ku. Aku frustasi sungguh mengingat karena dialah aku tak bisa bersatu dengan Baekhyun Hyung dan setiap kali aku melihatnya kebencianku kian memuncak dan aku selalu bergairah untuk menyiksanya.

Aku bangun dari tempat tidurku menuju kamar mandi setelah sebelumnya aku menatap tubuh Kyungsoo yang penuh akan karyaku. Dan beberapa memar ditubuhnya yang putih. Serta bekas air mata di pipinya.

Mianhae, Kyungsoo. Tapi ini semua karena kau yang keras kepala

Dan aku kembali melanjutkan langkahku menuju kamar mandi di kamar kami.

***

Aku sedang mengeringkan rambut dengan handuk ketika keluar dari kamar mandi. Dan aku sudah mendapatkan kamarku rapih dari semua kekacauan karyaku semalam. Dan ketika aku membuka pintu kamar kucium bau masakan.

Selalu seperti ini ia akan merapikan kamar kami sebelum aku selesai mandi dan akan memasakkan aku sarapan yang tak pernah kumakan.

Aku memeluk tubuhnya dari belakang dan kurasakan ia menegang. Dan spatula yang tadi menari dengan cantik terhenti tiba-tiba. Aku mematikan kompor  dan aku mulai menciumi lehernya yang sudah penuh dengan bekas kissmark ku semalam dan tanganku dengan jahil menekan pinggangnya yang terdapat memar karena ulahku.

“ssakit Jongin-ahh.. mmpt,” ucapnya sedikit meringis ketika aku semakin kuat meremas memarnya itu.

“apakah sakit Kyungsoo-ah?” ucapku pelan dengan nada mengintimidasinya. Dan ia mengangguk sambil memejamkan mata menahan rasa sakit yang semakin menjadi karena aku semakin kuat meremas memar di pinggangnya itu. Air mata meluncur membasahi pipinya. Dan ia menggigit bibir bawahnya menahan sakit yang kuyakin semakin menjadi.

“aku tahu kau pasti sangat kesakitan Kyungsoo-ah. Sebaiknya segeralah kau tandatangani surat perceraian kita. Maka aku berjanji tak akan pernah menyiksamu lagi.” Ucapku di telinganya

“annia..” Ucapnya pelan. Membuatku semakin sadis menyiksanya. Aku balikkan tubuhnya dan ku tarik dengan kasar tubuh yang lebih kecil dariku itu keatas meja makan. Kurobek kaos putih yang dipakainya. Lalu dengan kasar aku menhisap dan menggigit putingnya kuat hingga ia berteriak kesakitan karena ulahku. Belum puas sampai disitu aku melepas celana selutut yang dipakainya serta celanda dalamnya bersamaan hingga kini ia full naked. Lalu aku melepaskan sabuk celana ku dan mengikat tangannya kebelakang kakinya yang terkuk. Lalu aku kembali ke kamarku dan mengambil beberapa sex toy dari kamarku bekas kami bercinta semalam.

Aku memasangkan gag ball ke mulutnya agar ia tak bisa bersuara. Dan kupasangkan cock ring ke juniornya yang setengah menegang. Lalu kumasukkan vibrator yang kustel dengan kecepatan max ke holenya yang kemerahan tanpa melakukan penetrasi terlebih dahulu sehingga membuatnya kesakitan namun dengan gag ball dimulutnya ia tak dapat berteriak hanya air mata  yang bisa ia keluarkan sebagai respon dari tindakkan kasarku. Dan aku semakin senang menyiksanya. Lalu aku lepas celanaku dan mengarahkan juniorku ke holenya. Ia langsung menatapku horror yang sudah bersiap melakukan double penetration. Ia menggelengkan kepalanya cepat  dan matanya seolah memohon agar aku tak melakukannya. Tapi sayang tujuanku adalah menyiksamu Kyungsoo-ah.

JLEEBB

Juniorku masuk dengan sempurna ke holenya. Dan ia menggelinjang tubuhnya maju mundur merasakan sakit yang berkali lipat di bagian bawahnya. Dan setelah puas aku menjamah tubuhnya serta mengisi nya dengan cairanku aku melepaskan semua sex toy yang ada dalam tubuhnya dan kulihat ia mengeluarkan banyak cairan putih kental yang berlomba-lomba keluar karena sedari tadi ia melakukan ejakulasi kering. Aku melepaskan milikku dan memakai semua pakaianku dan meninggalkannya dalam keadaan menyedihkan dengan lebam dan kissmark dimana-mana.

“aku mencintaimu Jongin-ah.”

***

Kyungsoo Pov

Dengan tubuh yang masih terasa lemas dan sakit aku dengan susah payah turun dari atas meja makan yang cukup tinggi sehingga aku terjatuh ke lantai karena kaki ku masih belum sanggup menahan beban tubuhku. Aku merangkak mengambil bajuku yang tercerer dilantai dan aku mengelap cairan milik Jongin yang bersisa di selangkanganku. Sambil meraba-raba meja dapur aku berusaha bangkit karena jujur bokongku terasa begitu sakit. Holeku serta juniorku Nampak memerah dan lecet. Hampir setiap hari Jongin menggunakan tubuhku sebagai pelampiasan kekesalannya. Aku melangkah pelan dengan meraba dinding agar tak jatuh ketika berjalan dan aku rasakan sakit yang mendera bagian bawahku ketika aku berjalan tapi aku harus kuat.

SSRRRHH

Air shower membasahi tubuhku untuk yang kedua kalinya pagi ini. aku bersender pada dinding karena kuakui aku sudah tak punya tenaga lagi. Aku dengan susah payah membersihkan tubuhku dan menyeka leherku dari bekas merah kami.

Setelah dirasa cukup aku keluar dari kamar mandi kamarku dan menuju lemari pakaian dan mengambil pakaian yang cukup menutupi seluruh leher dan lenganku. Dan kuambil celana krem sepanjang kakiku. Dan aku segera mengeringkan rambut.

Drrtt..drrtt..

Ponselku berbunyi dan ketika kulihat nama yang tertera disana jantungku seolah-olah hampir berhenti. Dengan panic  aku menjawab telepon dari mertuaku.

“yoboseo kyungsoo-ya,” Ucap mertuaku sumringah diseberang sana.

“yo-yoboseo, eomma,” ucapku pelan

“aish kau ini apakah anakku begitu mencintaimu sampai tak tega membangunkan istrinya dan malah datang sendiri ke rumah kami. Kyungsoo-ya maafkan Jongin yang seenaknya tak menunggumu ia hanya malu. Mm jadi bisakah kau datang kerumah kami sekarang? kau tentunya tak lupa bahwa hari ini hari pernikahan kami kan sayaaang,” Ucap mertuaku dengan nada khas nya.

GLEK

Aku menelan ludahku. Aku sungguh lupa tapi aku tak mungkin menolak ajakan mertuaku. Tapi aku tak mungkin bisa pergi dengan keadaan seperti ini. aku harus bagaimana?

“Kyungsoo-ya?”

“n-ne eomma. Aku akan segera pergi…. Ne aku mengerti…”

Pip

Aku dengan perlahan melankahkan kaki ku yang sebenarnya sudah tak bisa berjalan karena setiap getarannya membuat bagian bawahku bergesekkan dan ini sangat menyakitkan.

Aku meraih kunci mobilku dan melajukan mobil ku menuju kekediaman mertuaku.

***

Jongin pov

“aah kau sudah tiba, Jongin istrimu sudah tiba.” Ucap eomma padaku yang sedang sibuk bermain ipadku.

Aku mengangkat kepalaku dan aku menghampiri eommaku yang mengelus kepala Kyungsoo sayang . membuatku semakin membecinya karena ia hanya tersenyum lembut pada eomma dan aku seolah-olah kejadian beberapa jam yang lalu tak pernah terjadi. Kulihat ia menggunakan pakain yang sangat tebal dan panjang di cuaca yang cukup panas seperti ini. Membuatku jengah karena seleranya yang parah.

“Kyungsoo-ya apa kau tak kepanasan dengan pakaian seperti ini?” Tanya eommaku polos sambil mengajak Kyungsoo masuk. Aku yang segera berdiri disampingnya dan menyentuh bahu nya seolah memapahnya. Dan kurasakan ia kembali menegang karena sentuhanku dan aku segera memberinya glare agar tak berkata macam-macam.

“ti-tidak eomma, aku memang suka memakai pakaian tebal. Hehehe,” Ucapnya sambil tersenyum membuatku semakin muak dengan tingkah sok anak baik nya.

“ooh.” Dan aku segera mengajak Kyungsoo berjalan lebih cepat mendahului eomma.

“aaakkh,” ringis Kyungsoo sambil menekuk tubuhnya. SHIT!  Aku lupa pasti ia masih merasakan sakit.

Eomma dengan panic menghampiri kami dan sedetik kemudian ia tersenyum menggodaku. Sambil mengambil Kyunsoo dari rangkulanku.

“Kau tega sekali Jongin-ah,” ucap eommaku sambil memberikan death glare padaku. Dan appaku muncul menghampiri kami.

“aah Kyungsoo-ah kau sudah datang, eh kamu kenapa nak?” Ucap Appaku khawatir melihat Kyungsoo yang Nampak kesakitan. Dan eomma ku dengan jahil melirik aku dengan tatapan you-knoe-what-i-mean nya.

PLAKK

Appa memukul kepalaku dengan Koran yang dibawanya. Lalu menarik tubuhku menjauh dari Kyunsoo dan eomma.

“Yah! apa salahku,” ucapku sedikit keras pada appa yang menarik baju belakanku seperti menarik anak kecil. Appa tak menjawab hanya menarikku menuju ruang kerjanya meninggalakan Kyungsoo yang menatapku khawatir serta  Eomma yang cekikikan.

***

Eomma pov

“eomma apa yang akan appa lakukan pada Jongin-ah?” ucap Kyungsoo khawatir  seolah-olah ia melupakan rasa sakit pada selangkangannya.

Aku menatap mata khawatirnya lembut dan kuusap kepalannya pelan. Mencoba menenangkannya hanya saja ia langsung menghentikan tanganku dan menatapku serius.

“aish kau begitu mencintainya ya Kyungsoo-yah? Tenanglah Jongin tak akan diapa-apakan hanya di beri sedikit pelajaran. Sebaiknya kau ikut eomma selangkanganmu pasti lecet,” ucapku sedikit menggodanya dan langsung saja ia blushing karena ucapanku.

Aku memapahnya perlahan yang menurut padaku. Membawanya masuk ke kamarku. Dan mendudukkannya di ranjang. Aku mengambil obat oles dan kuberikan padanya. Serta pakaian yang lebih nyaman dipakainya. Ia menatapku bingung.

“apa? Kau ingin eomma memakaikannya padamu?” ucapku menggodanya dan ia langsung menggeleng keras.

“annia, tapi untuk apa ini?” ucapnya polos. Membuatku semakin sayang pada menantuku ini.

“aduh kau ini sangat polos sayang. Ini semua untuk mengobati itumu.” Ucapku sambil menunjuk kearah selngkangannya dan ia mengikuti arah pandangku dan langsung saja semburat merah menghiasi wajah putihnya.

“sudah sana ke kamar mandi,” ucapku sambil merangkul dan memapahnya ke kamar mandi.

Jongin-ah kau beruntung nak

***

Jongin pov

Appa mendudukkanku di  kursi kerjanya dan menutup semua tirai dan hanya menyisakan lampu duduk yang menerangi kami. ia dengan gayanya yang sok menginterogasiku. Menatapku tajam sambil gulungan Koran yang dipegangnya menarik daguku agar menatapnya.

“jadi sudah berapa kali kau melakukannya dengan istrimu yang cantik itu hah?” ucap appaku serius. Membuatku membelalakan mata tak percaya dengan pertanyaan appaku yang menurutku tak sopan.

“a-apa maksud appa?” ucapku tak suka sambil bangkit dari dudukku dan appa menghentikan aksi bangunku dan mendudukkan ku kembali.

“jawab aku JONGIN-AH,” Ucap Appa penuh penekanan. Dan menatapku dengan tatapan yang seolah siap menerkamku kapanpun. Aku menundukkan kepalaku malu harus mengakui privasiku itu.

“hampir setiap hari.. pagi dan malam” ucapku pelan. Dan Appaku menatap tak percaya pada diriku.

“se-setiap hari pagi dan malam??” teriak appa di depan wajahku. Aku menyampingkan kepalaku berusaha lari dari tatapannya namun sial appa menarik kepalaku hingga aku terpaksa menatap matanya.

“kau gila jongin-Ah dia masih virgin dan kau menjebol nya hampir setiap waktu! Dan jangan katakan kau melakukannya tanpa menggunakan Lube?” aku tak mampu menjawab. Semua yang appa katakana benar. Aku juga tahu pasti Kyungsoo akan sangat menderita tapi ini semua kulakukan agar ia mau menceraikanku.

Mengapa semua orang mesti perduli padanya?

Aku menganggukkan kepalaku dan langsung disambun pukulan Koran dari appaku. Appa menarik kerah kemejaku hingga wajahku terangkat dan menatap matanya lurus. Dimata appa kulihat kekecewaan besar serta kemarahan yang tertahan.

“jongin-ah seumur hidupku aku tak pernah mengajarimu untuk menjadi namja brengsek. Appa kecewa padamu,” dan appa menghempaskan pegangannya pada kemejaku. Dan berjalan meninggalkan aku.

“appa tahu kau masih mencintai Baekhyun tapi sekarang Kyungsoo lah istrimu, suka atau tidak kau harus bisa menerima dan menjaganya. Dia sangat baik padamu. Sudah sepantasnya kau menjaganya bukan malah menyakitinya. Appa kecewa,” dan setelah mengucapkan hal itu appa meninggalkanku sendiri di ruangan kerjanya.

Aku memegangi kepalaku yang sakit karena mengingat betapa kejamnya perbuatanku pada Kyungsoo. Aku  merninjukkan tanganku berkali-kali keatas meja kerja appa ku yang terbuat dari kayu jati itu.

***

Kyungsoo pov

Ketika acara pesta ulang tahun pernikahan appa dan eomma Jongin berlansung aku tak pernah menyangka ia akan berlaku selembut ini padaku. Menjagaku, membantuku berjalan, dan selalu setia disampingku. Ia Nampak tampan dengan jas hitam dan kemeja abunya. Dan karena masalah selangkanganku aku tidak diperbolehkan menggunakan celana panjang sehingga terpaksa aku menggunakan baju eomma.

“jongin dia istrimu?” ucap seorang pria bertubuh tinggi yang menghampiri aku dan jongin yang sedang duduk memperhatikan pesta. Jongin tersenyum lembut padaku dan ia menarik lelaki tinggi itu ke bagian minuman dan meninggalkan ku. Aku tak tahu kenapa ia meninggalkanku, padahal aku sudah sangat senang dengan prilaku lembutnya padaku tadi.

Aku menundukkan kepalaku sedih dan entah mengapa mataku terasa panas seperti akan menangis. Sampai kurasakan ada yang berdiri di hadapanku.

“Kim Kyungsoo bisakah sehari saja kau tidak menangis? Atau kau lebih suka aku menyiksamu?” ucap Jongin datar namun aku merasa kelembutan dari kata-katanya. Dan aku segera menghapus air mataku dan tersenyum lembut padanya.

Kulihat matanya melebar seperti terkejut? Dan entah mengapa melihatnya yang seperti ini membuatku malu. Aku segera menundukkan kembali kepalaku karena malu. Tapi Jongin malah menarik kepalaku hingga mata kami bertemu. dank au tau dia sangat tampan saat ini. matanya yang teduh menatapku dan entah karena pengaruh sikapnya yang lembut aku sedikit terangsang dengan ekspresi wajahnya yang menurutku sangat sexy.

Jongin segera menggenggam tanganku dan memapahku keluar dari ruang hall dan pergi ke kamar kami.

Setelah masuk entah mengapa dadaku bergemuruh dan wajahku memanas. Lalu jongin yang berdiri dihadapanku berbalik memutar tubuhnya dan mendekat kearah ku. Ia mengelus wajahku lembut dan  menarik daguku hingga bibirnya dapat menyentuh bibirku. Ia mencium bibirku lembut dan hangat. Dan dengan lidahnya ia membuka mulutku dan mengajak lidahku untuk bermain dengannya. Dalam dan bergairah ia menciumku. Hingga aku terbawa suasana dan membalas semua perlakuannya.

Lembut, pertama kalinya ia beelaku begitu lembut padaku. Ia menyudahi ciumannya di bibirku. Tubuhku dan tubuhnya memanas nafas kami naik turun karena gairah kini sudah membanjiri kami berdua.

Ia menatapku seolah meminta izin untuk melakukan lebih. Dan aku mengangguk padanya. Ia menarik tubuhku kedalam gendongannya dan membawaku keatas ranjang kami. ia menidurkanku dengan lembut dan kembali menciumi bibirku sambil mengangkat tubuhnya hingga menghimpitku ia gunakan kedua tangannya di samping kepalaku untuk menahan berat tubuhnya dan ia semakin memperdalam ciumannya padaku. Lalu beralih dari bibirku ke leher jenjang yang entah mengapa sangat disukainya. Ia melepas pakaianku dengan cekatan lalu ia melepas pakaiannya sendiri. Aku takjub pada tubuhnya yang memanas dan bergairah. Dia menciumi tiap inchi tubuhku dan aku mengerang nikmat karena perilaku lembutnya padaku. Ciuman dari dadaku turun ke perut dan terakhir ke juniorku ia memasukkan juniorku kemulutnya ia hisap kuat juniorku hingga tegang dan aku mengerang nikmat saat caranku memenuhi mulutnya. Ia naik dari bagian bawahku dan mencium bibirku dan membagi cairan kental milikku bersama ku. Ia menciumiku ganas dan perlahan kurasakan panas dan perih saat jarinya pemasukki holeku.

“aakkmmppth.” Teriakanku melebur dalam ciumannya. Dan setelah beberapa saat ia menggerakkan jarinya maju mundur dan ia tampahkan satu jarinya lagi lalu bergerak sepeerti gunting memperlebar holeku.

Sakit.. tapi lama kelamaan aku menikmatinya juga. hingga empat jarinya berhasil dimasukkan dan ia mulai memposisikan juniornya yang besar dan tegang ke holeku. Aku membantunya dengan mengangkang selebar yang aku bisa lalu tanganku menaikkan pinggangku untuk mempermudahnya memasukiku.

SLEEBH

Juniornya yang besar, panas dan tegang serasa merobek bagian bawahku. Aku mengerang dan kepalaku bergerak gelisah ke kiri dan kekanan dengan kedua tanganku mencakar punnggungnya yang kini memelukku dengan hangat.

Ia menatapku sekilas dan menciumi bibirku serta tangannya yang bebas mengocok juniorku. Membuatku sedikit teralih dari rasa sakit dibawah sana.

“moveehh.. jonginnaah,” ucapku lemah dan ia hanya tersenyum dan mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur hingga ia menyentuh sweet spot ku. Dan aku mengerang keras karenanya. Dan semakin dalam dan lama ia menyodok titik itu. Hingga cairannya keluar semua memnuhi tubuhku bahkan kurasa ada sedikit cairan yang keluar besama darahku saat ia mengeluarkan juniornya dari tubuhku. Jujur aku menikmatinya meski aku sedikit aneh dengan tingkah lembut dan permainannya yang hanya satu ronde saja, tapi sudahlah aku bersyukur dia menjadi jongin yang baik dan lembut bukan jongin yang membeciku selama ini.

Ia kini terbaring di sampingku dan ia menarik selimut menutupi tubuh kami yang polos. Lalu jemarinya yang lentik menyisir rambut yang lembab karena keringat dari keningku. Ia mengecup keningku singkat dan tersenyum lembut padanya aku hanya memejamkan mataku yang menikmati sentuhannya.

“Kyungsoo-ah saranghae..” ucapnya pelan.

Aku langsung mendongakkan kepalaku dan menatap matanya yang menatapku lembut. Ia tersenyum tuhan, suamiku Kim Jongin tersenyum tulus hanya untuk ku.

“kenapa kau menatapku begitu?” ucapnya sedikit kesal karena aku yang diam membatu. Aku panic kumohon jangan salah paham.

“na-nado saranghae yobeo.” Ucapku malu dan aku tak berani menatapnya. Namun ia tak tinggal diam dan malah menarik daguku hingga kami berciuman kembali.

“tidurlah, kau pasti sangat lelah.” Ucapnya lembut setelah melepas ciuman kami. aku mengangguk dan tersenyum lalu menarik tangannya agar memelukku. Aku juga bingung kenapa aku bisa mendapatkan keberanian seperti ini tetapi aku bersyukur ia tak menolak dan malah menarikku lebih erat kearahnya dan memelukku sangat hangat. Dan aku memejamkan mataku dan tertidur karenanya.

“saranghae..”

***

Jongin Pov

Aku bangkit dari tidurku dan meletakkan hati-hati kepalanya dan menarik tanganku darinya. Aku turun dari ranjang kami dan mengambil piyama handukku. Pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku.

Setelah keluar aku segera melepas kamera yang terpasang di kamarku. Untung kawanku tadi memberi tahuku perihal keisengan appa yang memasang sepuluh kamera di kamarku. Sehingga aku dapat memberikan tontonan yang dia inginkan.

Pintar juga appaku meletakkan kamera di berbagai sudut kamarku sehingga ia bisa mendapati aksiku dengan Kyungsoo dari berbagai sudut gambar.

Aku yang sedangsedikit mengedit aksi kami yang bisa disejajarkan dengan film biru. Saat sedang asik mengedit kulihat Kyungsoo sedikit bergetar.

“Jongin-ah saranghae..” igaunya jelas kudengar. Dan baru kali ini aku melihatnya tersenyum dalam tidurnya tidak menangis seperti biasa. Apakah ia menikmatinya? Molla aku tak perduli. Yang penting selama kami tinggal di sini aku harus memperlakukannya dengan baik agar namaku tidak dicoret dari penerima hak waris. Yah lebih bagus lagi jika aku mencintainya dan bisa melupakan Baekhyun Hyung. Kurasa ini tak rugi.

Aku membuka handphoneku dan aku menghapus seluruh jejak Baekhyun Hyung disana. Ini berat sungguh tapi aku juga tak bisa terus-terusan menyiksanya. Tiga tahun lebih aku menyiksanya lahir dan bathin. Sekaranglah saatnya aku menerima dia. Aku kembali menatap istriku yang terlelap lalu mencium keningnya lama.

“nado, Kyungsoo-ya,”

***

Baekhyun house

BUGH

BUGH

DUAAKKH

Pintu kamar yang kokoh itu akhirnya berhasil di terobos. Beberapa orang masuk kedalam kamar yang temaram itu seorang wanita berkepala empat dengan panic mencari penghuni kamar itu. Ia dengan tergesa-gesa berlari dari satu sudut ke sudut yang lainnya. Hingga akhirnya ia membuka pintu kamar mandi di kamar itu.

“aaaaaaaaaahhh,” Teriaknya kencang ketika ia melihat si penghuni kamar yang ternyata adalah anaknya yang bernama Baekhyun telah bersimbah darah karena memotong nadi di tangannya.

Orang-orang yang tadi datang bersama wanita itupun segera membawa Baekhyun ke rumah sakit karena ia masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

***

Kim family house

Pip

Pip

Pip

“annyeong, nugu?” ucap jongin lemah

“apa? Baekhyun Hyung mencoba bunuh diri?… dimana dia sekarang?… baik aku akan segera kesana…” dan Jongin segera mengambil kunci mobilnya dan berlari dengan kalap. Dalam fikirannya saat ini hanya keselamatan Baekhyun Hyung. Ia tak memperdulikan panggilan Kyungsoo yang berulang kali menyerukan namanya.

“Baekhyun Hyung kumohon bertahanlah”

TBC

RCL yaa makin banyak yang RCL makin cepat saya bikin lanjutannya hehe98x

 

 

 

 

 

 

 

One thought on “Saranghae?

  1. TBC o.o ????
    Aishh~ jinjja! Thorrr kasian skali kyungsoo oppa (╥﹏╥) jongin jahat amat sih (╥﹏╥)

    Baekhyun jgn mati, sini sama aku aja~ #plakkk

    Next chapt.a ditunggu secepat.a yaa thorr😀 hwaiting!! (ง’̀⌣’́)ง

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s